in

92 Persen Perekonomian Sumut Ditopang UMKM

MEDAN (Berita): Peran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam menopang perekonomian nasional dan daerah tidak bisa dipandang sepele. Sebab UMKM merupakan sektor yang kebal meski dihantam krisis perekonomian global. Indonesia sendiri bertahan dalam krisis moneter tahun 1998 karena adanya UMKM dimana perusahaan besar justru melemah.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Arief Budi Santoso dalam Dialog Publik “Produk IKM Menembus Pasar Ekspor di Era Digital dengan Halal Logistik” di Medan Rabu (14/7) petang. Acara itu dibuka Wagubsu Hj Nurhajizah Marpaung, juga dihadiri pengurus Kadin Sumut Khairul Mahali,

Dialog publik Bank Indonesia kerjasama dengan Kadin Sumut, Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia serta Asosiasi Depo Kontainer Indonesia. Dialog Publik itu di lantai 9 Gedung BI Jalan Balai Kota Medan Rabu (14/6) itu bertajuk “Produk IKM menembus pasar ekspor di era digital dengan halal logistik”. Untuk Sumut, kata Arief, perekonomiannya ditopang UMKM. “Perekonomian daerah akan tetap stabil jika UMKM-nya kuat,” katanya.

Ia menyebut dukungan BI kepada UMKM dengan memberikan kredit melalui bank-bank. Nalun sejak tahun 1999 BI tidak lagi bisa menyalurkan kredit, jadi hanya bank yang bisa melakukannya.

Mulai 2015, kata dia, bank diwajibkan menyalurkan kredit minimal 15 persen dari total kredit. Sementara untuk tahun 2018 Bank diwajibkan menyalurkan kredit minimal 20 persen. Selain itu BI juga melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap pelaku UMKM pemula. “Kebutuhan modal itu nomor sekian yang utama adalah bagaimana mengubah mindset kita untuk menjadi pengusaha yang handal,” kata dia.

Selama ini BI melakukan pendampingan di seluruh Indonesia dan saat ini mereka lebih kepada pendampingan komunitas pertanian dan industri kerajinan. Ia juga mengatakan BI Sumut menyiapkan klinik UMKM di lantai 4 gedung BI.

Arief menyarankan pelaku UMKM rajin menabung ke bank agar mudah mendapat pinjaman. “Jangan tiba-tiba datang dan pinjam uang. Tidak akan diberikan karena bank tidak mengenal siapa anda. Mulailah dengan menabung berapa saja, sehingga bank mengetahui kekuatan finansial anda. Kalau pembayaran kartu kredit lancar dan tidak cicil pasti bank nawarin kredit tanpa agunan” jelasnya.

Kopi

Wakil Gubsu Hj Nurhajizah menegaskan kopi produk Sumut hendaknya jangan dikirim bahan baku mentahnya ke luar negeri.Tapi sebaiknya mesin pengolahnya yang dimasukkan ke daerah ini. “Jadi dengan mesin pengolah kopi, ciri khas kopi Indonesia terasa aroma internasional,” kata Nurhajizah.

Wagubsu menyebut di negara lain seperti Inggeris, Eropa tak ada pohon kopi. Di sini justru kopi Sidikalang dan Humbahas terkenal sampai luar negeri. Menurut Nurhajizah, perkembangan Sumut harus bersama kabupaten/bersinergi agar tumbuh wirausaha industri sehingga mampu menembus pasar ekspor.

Ia menyebut untuk promosi kopi Sumut nanti pada Oktober atau Nopember 2017 akan ada Expo Kopi yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo. Kalau industri kecil menengah maju maka bisa mendatangkan investor sebanyak-banyaknya.

Acara singkat dimulai pukul 14.00 WIB hingga magrib itu diwarnai dengan para pelaku UMKM menjual berbagai produknya seperti aneka baju batik batak, makanan, asesoris dan sebagainya. (wie)

What do you think?

Written by virgo

Penerimaan Pajak DJP Sumut I Rp 6,5 Triliun

Miliki Sabu, Dua Pemuda Ditangkap di Gubuk