in ,

ANTARA Doeloe : “Drama” suami-isteri depan petugas Bandung

Bandung, 25 Djanuari 1958 (Antara) – Pelaksana Kuasa Perang KMKB Bandung sering harus menjelesaikan sesuatu soal tidak terkira semula, telah dialami lagi oleh seorang petugasnja jang di hadap kepada suatu “scene” antara seorang laki-laki Belanda jang mau pulang ke Nederland dan isterinja jang hendak tetap tinggal di Indonesia.

Di depan petugas tersebut terdjadilah dialog sebagai berikut:
Isteri: “Kau boleh pulang sendirian dan bawalah semua barang-barang, tapi anakku djangan kau bawa!”.

Suami: Apa? itu kan anakku djuga dan kau biniku! Djadi kau harus menurut kehendakku…Siapa jang membudjukmu untuk tinggal di sini!”.

Isteri : Tidak, aku tidak dibudjuk orang. Tapi aku lebih senang tinggal di Indonesia. Aku ingin mati di sini”.

Kemudian sang suami meminta kepada seorang Inspektur polisi jang bertugas di kantor Pelaksana Kuasa Perang KMKB itu supaja memberi nasehat kepada isterinja untuk pulang ke Nederland dan supaja ditjarikan siapa orangnja jang membudjuk isterinja itu.

Petugas itu menaseharkan supaja suami-istri itu datang sadja ke Kantor Burgelijke Stand untuk mentjari penjelesaian.

Sumber: Pusat Data dan Riset ANTARA //pdra.antaranews.com/Twitter: @perpusANTARA

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

What do you think?

Written by virgo

ANTARA Doeloe : 10 anak Mesir diberi nama “Sukarno”

Jadwal pertandingan Liga Spanyol