in

Aparat Tertibkan Antrean di “Lumbung Pangan Jatim”

 

Aparat Tertibkan Antrean di “Lumbung Pangan Jatim”

 

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meminta bantuan Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) untuk menertibkan warga yang mengantre di bazar sembako murah “Lumbung Pangan Jatim” yang digelar di Jatim Expo, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (21/4). Hal itu dilakukan karena pengunjung tidak mengindahkan protokol pencegahan Covid-19 dalam acara yang digelar Pemrov Jatim untuk mencukupi kebutuhan masyarakat dalam menyambut bulan puasa itu. Saat acara dibuka pukul 10.00 WIB, ratusan pengunjung berdesakan mengantri, sehingga berpotensi menjadi media penularan wabah mematikan itu.  

 

“Ibu Gubernur sudah menghubungi kapolda, dan tim polda sudah turun ke lapangan tadi pagi saat kita belum mulai operasional. Sekarang sudah terkendali,” kata Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak di Surabaya, Selasa (21/4).

 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menambahkan, saat antrian membayar masyarakat harus duduk di kursi yang telah disediakan. Sehingga antriannya dalam kondisi duduk, dan kursinya pun ditata dengan jarak sekitar 2 meter. Sehingga interaksi dan jarak antar orang benar-benar terjaga demi mencegah penularan covid-19.

 

“Masyarakat yang ingin belanja di sini tidak harus datang langsung, bisa memanfaatkan belanja online. Ada layanan kirim gratis bebas ongkir dengan radius maksimal 20 kilometer, atau memanfaatkan layanan pre order lewat website dengan sistem drive thru tanpa turun dari kendaraan,” pungkasnya.

 

Aparat Tertibkan Antrean di “Lumbung Pangan Jatim”

 

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meminta bantuan Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) untuk menertibkan warga yang mengantre di bazar sembako murah “Lumbung Pangan Jatim” yang digelar di Jatim Expo, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (21/4). Hal itu dilakukan karena pengunjung tidak mengindahkan protokol pencegahan Covid-19 dalam acara yang digelar Pemrov Jatim untuk mencukupi kebutuhan masyarakat dalam menyambut bulan puasa itu. Saat acara dibuka pukul 10.00 WIB, ratusan pengunjung berdesakan mengantri, sehingga berpotensi menjadi media penularan wabah mematikan itu.  

 

“Ibu Gubernur sudah menghubungi kapolda, dan tim polda sudah turun ke lapangan tadi pagi saat kita belum mulai operasional. Sekarang sudah terkendali,” kata Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak di Surabaya, Selasa (21/4).

 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menambahkan, saat antrian membayar masyarakat harus duduk di kursi yang telah disediakan. Sehingga antriannya dalam kondisi duduk, dan kursinya pun ditata dengan jarak sekitar 2 meter. Sehingga interaksi dan jarak antar orang benar-benar terjaga demi mencegah penularan covid-19.

 

“Masyarakat yang ingin belanja di sini tidak harus datang langsung, bisa memanfaatkan belanja online. Ada layanan kirim gratis bebas ongkir dengan radius maksimal 20 kilometer, atau memanfaatkan layanan pre order lewat website dengan sistem drive thru tanpa turun dari kendaraan,” pungkasnya.

 

Aparat Tertibkan Antrean di “Lumbung Pangan Jatim”

 

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meminta bantuan Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) untuk menertibkan warga yang mengantre di bazar sembako murah “Lumbung Pangan Jatim” yang digelar di Jatim Expo, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (21/4). Hal itu dilakukan karena pengunjung tidak mengindahkan protokol pencegahan Covid-19 dalam acara yang digelar Pemrov Jatim untuk mencukupi kebutuhan masyarakat dalam menyambut bulan puasa itu. Saat acara dibuka pukul 10.00 WIB, ratusan pengunjung berdesakan mengantri, sehingga berpotensi menjadi media penularan wabah mematikan itu.  

 

“Ibu Gubernur sudah menghubungi kapolda, dan tim polda sudah turun ke lapangan tadi pagi saat kita belum mulai operasional. Sekarang sudah terkendali,” kata Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak di Surabaya, Selasa (21/4).

 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menambahkan, saat antrian membayar masyarakat harus duduk di kursi yang telah disediakan. Sehingga antriannya dalam kondisi duduk, dan kursinya pun ditata dengan jarak sekitar 2 meter. Sehingga interaksi dan jarak antar orang benar-benar terjaga demi mencegah penularan covid-19.

 

“Masyarakat yang ingin belanja di sini tidak harus datang langsung, bisa memanfaatkan belanja online. Ada layanan kirim gratis bebas ongkir dengan radius maksimal 20 kilometer, atau memanfaatkan layanan pre order lewat website dengan sistem drive thru tanpa turun dari kendaraan,” pungkasnya.

 

Aparat Tertibkan Antrean di “Lumbung Pangan Jatim”

 

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meminta bantuan Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) untuk menertibkan warga yang mengantre di bazar sembako murah “Lumbung Pangan Jatim” yang digelar di Jatim Expo, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (21/4). Hal itu dilakukan karena pengunjung tidak mengindahkan protokol pencegahan Covid-19 dalam acara yang digelar Pemrov Jatim untuk mencukupi kebutuhan masyarakat dalam menyambut bulan puasa itu. Saat acara dibuka pukul 10.00 WIB, ratusan pengunjung berdesakan mengantri, sehingga berpotensi menjadi media penularan wabah mematikan itu.  

 

“Ibu Gubernur sudah menghubungi kapolda, dan tim polda sudah turun ke lapangan tadi pagi saat kita belum mulai operasional. Sekarang sudah terkendali,” kata Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak di Surabaya, Selasa (21/4).

 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menambahkan, saat antrian membayar masyarakat harus duduk di kursi yang telah disediakan. Sehingga antriannya dalam kondisi duduk, dan kursinya pun ditata dengan jarak sekitar 2 meter. Sehingga interaksi dan jarak antar orang benar-benar terjaga demi mencegah penularan covid-19.

 

“Masyarakat yang ingin belanja di sini tidak harus datang langsung, bisa memanfaatkan belanja online. Ada layanan kirim gratis bebas ongkir dengan radius maksimal 20 kilometer, atau memanfaatkan layanan pre order lewat website dengan sistem drive thru tanpa turun dari kendaraan,” pungkasnya. SB/AR-3

 

 

 

 

What do you think?

Written by Julliana Elora

Pegawai BSM Sisihkan Gaji Bantu Masyarakat

PSG dan Valencia Bidik Bek Juventus