
Jakarta (ANTARA) –
Pada laga pekan ke-10, di GOR UNJ, Jakarta, Rabu (1/5) malam itu, RM harus mengakui ketangguhan PJ dengan menelan pil pahit skor 57-82.
Moosa membeberkan, pada kuarter satu dan dua timnya menjalankan rencana permainan atau game plan dengan sangat baik.
Hal itu terbukti dengan skor kuarter pertama yang relatif ketat, yaitu 12-19. Bahkan, tambah dia, saat 1,5 menit awal di kuarter pertama, timnya mampu memberikan perlawanan sengit dengan skor kaca mata alias 0-0.
Lebih lanjut dia membeberkan, pada kuarter kedua, timnya juga masih mampu melawan PJ yang dihuni sejumlah pemain asing dan naturalisasi dengan kemampuan moncer.
Moosa menambahkan, terkait adanya asumsi dari luar tentang ketergantungan terhadap dua pemain asing yang dimiliki, yaitu Jabari Bird dan Jonas Zohore, dirinya mengakui bahwa hal itu masih menjadi pekerjaan rumah yang sedang diselesaikan.
“Kami mencoba untuk mengangkat pemain lokal, tetapi memang belum maksimal,” ujar dia.
Sejumlah masalah, tambah dia, juga tengah dihadapi klub, seperti barter pemain asing dan masalah lainnya, sehingga tren penurunan permainan terjadi sejak pekan ke-6 IBL.
Pemain asing milik Rajawali Medan, Jabari Bird, mengatakan dirinya bersama rekan lainnya selalu berusaha keras untuk memenangi setiap pertandingan.
“Jadi saya dan tim berusaha untuk melakukan apapun yang kami bisa,” kata dia.
Dalam pertandingan itu, guard Pelita Jaya, Jerome Anthony Bean Jr, menjadi player of the game dengan mencetak 21 poin. Pemain andalan itu sukses membukukan persentase 80 persen untuk lemparan dua poin dan field goals 50 persen.
Dia bermain sebanyak total hampir 31 menit.
Dengan kemenangan tersebut, PJ saat ini memimpin sementara peringkat liga dengan total 23 poin dari 12 kali pertandingan.
Sementara RM, berada di peringkat empat dengan 21 poin dari hasil 15 kali melakoni laga IBL.
Baca juga: Pelita Jaya Jakarta libas Rajawali Medan, Ahang: Sempat keluar ritme
Baca juga: Dewa United kalahkan Pacific untuk kemenangan ke-11 secara beruntun
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2024