in

Bangun KEK Pariwisata Mandeh, Benahi Objek Wisata

Dinas Pariwisata Sumatera Barat bertekad akan terus melakukan terobosan untuk memajukan ikon wisata ranah Minang. Di mana, dengan memajukan pariwisata, otomatis perekonomian masyarakat terangkat. Salah satu program sinergi yang sedang digagas adalah membangun kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata Mandeh. 

“Program tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian kepada Padang Ekspres, kemarin.

Ia menyebutkan, saat ini pihaknya sedang fokus melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan KEK yang difokuskan di Bukit Ameh, Tarusan.

Pembangunan KEK itu tidak saja menjadi tanggung jawab dinasnya, tetapi juga melibatkan Dinas Pariwisata  Kabupaten Pesisir Selatan serta instansi terkait lainnya di Sumbar termasuk Kementerian Pariwisata RI yang mendukung percepatan pembangunan dan pengembangan pariwisata Sumbar. “Rapat koordinasi sudah kita lakukan,” ujar  Oni Yulfian.

Ia mengatakan, luas tanah yang direncanakan untuk dibebaskan di Bukit Ameh, Kecamatan Koto XI Tarusan   sekitar 400 hektare. Status tanah tersebut merupakan tanah ulayat. “Data sementara, ada kurang lebih 140 orang yang sedang menggarap lahan itu,” ujarnya.

Untuk pembebasan lahan itu, Dinas Pariwisata Sumbar mengalokasikan dana pembebasan sebesar Rp 32,5 milliar. Pembebasan lahan juga melibatkan Pemkab Pessel yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar. “Kita juga sudah memilki masterplan untuk kawasan itu,” ujar pria yang sebelumnya berkiprah di Kementerian Pariwisata ini.

Pembangunan dan pengembangan pariwisata Mandeh adalah program prioritas yang harus segera dijalankan. Untuk itu, katanya, jika KEK bisa terbangun dengan baik yang paling diuntungkan adalah masyarakat karena bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat karena masyarakat terlibat langsung di dalamnya.

Oni mengatakan, pihaknya optimistis pembebasan lahan di Bukit Ameh itu  bisa selesai pada 2017 sehingga pada 2018 Dinas Pariwisata bisa menyusun perencanaan pembangunan KEK tersebut. “ Dalam pembebasan lahan ini kita akan melibatkan pihak-pihak yang ahli dan memahami,” ujarnya.

Tidak saja Mandeh yang menjadi prioritas ke depan. Dinas Pariwisata Sumbar juga akan memacu kinerja Dinas Pariwisata di daerah agar bisa menjadikan objek-objek wisata yang berada di daerah semakin bergairah dan diminati wisatawan. Tidak hanya lokal tetapi juga wisatawan mancanegara. “Kita ingin wisata yang ada terlihat hidup dan Sumbar menjadi tujuan wisata dunia,” sebutnya.

Untuk itu, ia meminta agar daerah dari sekarang meningkatkan infrastruktur pelayanan yang ada di lokasi objek wisata, seperti membenahi toilet, perparkiran dan sarana lainnya. (*)     

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by virgo

Meneropong Prospek Ekonomi dan Bisnis 2017

Tertib Berlalu Lintas Itu Keren