in

Berkunjung ke Destinasi Wisata Sejarah Lubang Jepang di Gunung Pangilun Padang

Objek wisata Lubang Jepang tidak saja ada di Bukittinggi. Kota Padang ternyata juga punya Lubang Jepang. Terletak di sekitar Gunung Pangilun, Kecamatan Nanggalo Padang. Di sana, pengunjung tidak hanya bisa berwisata, tapi juga belajar tentang sejarah zaman penjajahan.

Laporan SUYUDI ADRI PRATAMA, Padang

SELAIN terkenal dengan wisata pantai dan alamnya, Kota Padang juga memiliki destinasi wisata sejarah yang patut dikunjungi. Tak hanya Kota Tua Padang, Ibukota Provinsi Sumbar tersebut juga memiliki destinasi wisata sejarah Lubang Jepang yang baru saja dibuka dan diresmikan oleh Pemko Padang beberapa waktu yang lalu.

Destinasi wisata sejarah baru tersebut diberi nama Kampung Tematik Lubang Jepang, yang berlokasi di Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo. Lubang sepanjang lebih kurang lebih 100 meter tersebut merupakan sebuah bukti sejarah bahwa masyarakat sekitar dipaksa membuat jalur pelarian dan pertahanan tentara Jepang pada saat mereka menduduki Indonesia.

Ketua RT setempat, Darmawati kepada Padang Ekspres mengatakan, dikembangkannya lokasi Lubang Jepang di Kelurahan Tabiang Banda Gadang membuat masyarakat menjadi bahagia lantaran ada destinasi wisata baru di lingkungan mereka, yang tentunya akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

“Sejak diresmikan, ada beberapa pengunjung yang datang ke Lubang Jepang. Tentu saja dengan datangnya kunjungan wisatawan tersebut, akan ada pergerakan ekonomi yang nantinya juga membangun masyarakat sekitar,” jelasnya.

Ia menambahkan, total ada sekitar 11 lubang Jepang di sekitar Gunungpangilun. Darmawati mengatakan, masyarakat sedari dulu sudah mengetahui adanya lubang peninggalan Jepang di sekitar tempat tinggal mereka. Namun masyarakat masih belum paham bagaimana cara mengelola objek tersebut menjadi lokasi wisata.

“Dulu lokasi Lubang Jepang tersebut merupakan tempat bermain masyarakat. Totalnya ada 11 lubang dengan variasi ukuran yang berbeda dan bentuknya yang unik. Sekarang setelah diresmikan oleh Pemko Padang, masyarakat di sekitar tertarik untuk mengembangkan lokasi di daerah mereka sebagai objek wisata,” ujarnya.

Saat ini ia dan masyarakat sekitar akan bersama-sama mengelola objek wista tersebut agar terawat dan selalu nyaman dikunjungi oleh wisatawan, baik dari Kota Padang maupun dari luar Kota Padang.

“Kami akan berkoordinasi dengan kelurahan serta kecamatan tentang pengelolaan objek wisata Lubang Jepang ini. Jangan sampai nantinya ada oknum yang melakukan pungutan liar atau pungutan di atas kewajaran, sehingga menyebabkan pengunjung enggan kemari. Untuk itu kami akan membahas lebih lanjut tentang hal tersebut ke depannya,” ungkapnya.

Dia berharap agar objek wisata Lubang Jepang yang baru diresmikan tersebut dapat menjadi salah satu pendongkrak ekonomi masyarakat. Pemerintah diharapkan terus membantu masyarakat dalam pengelolaan serta pengembangan Lubang Jepang tersebut.

“Meski sudah diresmikan, tentu masih ada hal-hal yang perlu dilakukan agar lebih memperindah dan mempercantik objek wisata ini. Karena ini adalah salah satu program unggulan Pemko Padang, kita berharap lokasi objek wisata Lubang Jepang di Nanggalo dapat semakin dipercantik, sehingga menarik pengunjung lebih banyak lagi,” tutupnya. (***)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Kelas Bandara Internasional Minangkabau Diturunkan? Raseno Arya: Impossible!

Satgas Pangan Pasaman Harus Kawal Harga dan Pasokan Bahan Pokok