in

BIM Turun Status, Sumbar Merugi

Banyak kalangan di Sumbar, khawatir. Bandara Internasional Minangkabau (BIM) turun status jadi bandara domestik akan merugikan Sumbar. Namun, itu baru wacana, bisa iya  bisa pula tidak.

“Kita di Sumbar merespons baik kajian-kajian yang dilakukan pemerintah dalam rangka merapikan dan menata itu (bandara) semua,” ujar Gubernur Mahyeldi, kemarin (16/2).

Mahyeldi sendiri menegaskan bahwa tidak ada alasan dilakukan penurunan status. Bahkan Sumbar malah ingin meningkatkan status BIM itu lagi. Jika memang ada wacana, tentunya dalam hal itu, pemerintah daerah perlu dilibatkan.

“Masyarakat Minangkabau itu tak hanya di provinsi-provinsi di Indonesia, tapi juga ada di luar negeri. Di Australia juga banyak, kemudian di Malaysia apalagi, Arab saudi dan di Eropa juga banyak,” ujar dia.

“Karena itu, keberadaan bandara internasional itu sangat urgen untuk memfasilitasi, sehingga perantau-perantau Minang di mancanegara itu mudah datang. Keberadaan BIM yang sudah internasional, menurut saya tidak ada alasan untuk diturunkan,” tambah gubernur.

Saking pentingnya fungsi bandara dalam menunjang perekonomian Sumbar, Mahyeldi mengulas ke belakang, ketika Covid-19 menghentikan atau mematikan penerbangan internasional, Pemprov Sumbar kala itu berulang kali melakukan lobi ke pemangku kebijakan terkait, untuk menghidupkan kembali rute penerbangan internasional ke dalam dan luar Sumbar.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman Genius Umar juga bergerak cepat menyikapi wacana penurunan status tersebut.

Bahkan Genius mengirim surat ke Menteri BUMN Erick Thohir yang diantarkan langsung oleh Asisten II Setdako Pariaman Elfis Candra ke Kementrrian BUMN, kemarin.

“Isu perubahan status BIM ini sangat meresahkan karena akan berdampak langsung terhadap perkembangan ekonomi pariwisata dan sektor lainnya di Sumbar, Kota Pariaman khususnya. Maka atas nama warga Kota Pariaman saya menyurati langsung Menteri BUMN menyampaikan harapan agar BIM statusnya tetap bandara internasional,” ujar Genius Umar kepada Padang Ekspres.

Genius menyebut selama ini ia berusaha mewujudkan visi Pemerintah Kota Pariaman 2018-2023 Pariaman sebagai kota wisata, perdagangan dan jasa yang religius dan berbudaya. Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik
Keberadaan BIM memiliki peranan cukup penting untuk mempermudah arus transportasi lewat penerbangan udara dari luar negeri ke Kota Pariaman.

Beredarnya isu akan dilakukannya perubahan status beberapa bandara internasional di Indonesia jelas sangat meresahkan. Hal ini menimbulkan keresahan dan rasa pesimistis untuk perkembangan ekonomi pariwisata dan sektor lainnya di Sumbar dan Kota Pariaman khususnya.

“Sehubungan dengan hal tersebut diatas, atas nama warga Kota Pariaman kami mohon untuk tetap pertahankan BIM dengan status Bandara Internasional,”harapnya.

Genius menyebut setiap kebijakan memiliki policy input dari semua sektor. Ketika kebijakan diterapkan apa yang akan terjadi. Bila BIM diturunkan menjadi bandara domestik maka wisatawan ke Sumatera Barat akan turun sehingga berdampak ke ekonomi Sumbar.

Tahun ini Kota Pariaman punya event Pariaman International Triathlon, dimana event ini diikuti oleh pesera dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Cina bahkan dari Eropa.

Jika tidak ada penerbangan internasional di Sumbar, maka tentu iven- iven internasional yang akan digelar akan mubazir karena peserta internasional berpikir ulang karena harus masuk ke Sumbar melalui Jakarta.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Mulyadi mendukung penuh gerak cepat Wako Genius Umar itu.

“Langkah Wali Kota Pariaman Genius Umar sangat tepat. Tentu kami berharap langkah tersebut juga dilakukan oleh kepala daerah lainnya di Sumbar. Sebab perubahan status BIM ini jika terjadi sangat berdampak terhadap Sumbar,”ujarnya.

Mulyadi menyebut jika berbicara Sumbar banyak kerugian jika BIM statusnya turun. Terutama jamaah haji tentu tak bisa lagi melakukan penerbangan langsung ke Mekkah.

Belum lagi dampak terhadap pariwisata di Sumbar khususnya Kota Pariaman. Apalagi saat ini Kota Pariaman tengah giat-giatnya menggelar iven internasional. Jika status BIM turun ia pesimis dengan perkembangan pariwisata di Kota Pariaman.(wni/nia)

What do you think?

Written by Julliana Elora

The 30th IIMS 2023, PLN Siap Optimalkan Ekosistem Kendaraan Listrik

Perankan tokoh putus asa, Ringgo Agus Rahman kenang masa terpuruk