

Muaradua (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan menyebutkan proses evakuasi tanah longsor di Desa Muarasindang Ilir yang berbatasan dengan Desa Watas, Kecamatan Sindang Danau rampung 100 persen.
“Sejak tadi malam proses evakuasi sudah selesai dikerjakan oleh tim satgas banjir dan tanah longsor (bansor) di lapangan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Selatan, Heri Pramono di Muaradua, Sabtu.
Dia mengatakan, tanah longsor yang terjadi akibat curah hujan tinggi pada Kamis (1/1) sekitar pukul 12.45 WIB sempat mengganggu aktivitas masyarakat antardesa di wilayah setempat.
Meskipun tidak ada korban jiwa, kata dia, namun longsoran tanah dari atas bukit sepanjang 20 meter, lebar 6 meter dengan ketinggian 4 meter tersebut membuat arus lalu lintas kendaraan roda dua dan empat lumpuh total.
“Proses evakuasi baru dilakukan pada Jumat (2/1) pagi karena jarak tempuh ke lokasi longsor cukup jauh untuk membawa alat berat,” katanya.
Tim satgas bansor di lapangan terpaksa membuka jalan alternatif di sekitar lokasi longsor untuk dilewati kendaraan roda dua dengan sistem buka tutup atau bergantian.
Dalam proses evakuasi pihaknya menerjunkan dua unit alat berat guna mengangkut material tanah longsor ke tempat pembuangan.
“Alhamdulillah saat ini aktivitas masyarakat dan lalu lintas kendaraan sudah kembali normal seperti semula,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia kembali mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan dampak banjir dan tanah longsor, termasuk pohon tumbang guna mengantisipasi korban jiwa.
“Pemkab OKU Selatan juga saat ini telah menetapkan status siaga darurat banjir dan tanah longsor agar bencana alam dapat ditanggulangi sedini mungkin guna mengantisipasi korban jiwa,” ujar dia.
