in

Bulan Depan Kick Off, MU Makin Bikin Bingung

Manchester United (MU) melalui musim lalu dengan mengecewakan. Ambisi berbenah diusung menghadapi musim 2019/2020. Namun hingga 30 hari jelang kick off premier league belum terlihat penambahan kekuatan yang signifikan, jangankan mendapatkan target, MU bahkan melakukan kebijakan yang tidak perlu. Inilah kebijakan aneh MU musim ini.

1. Melepas pemain kunci dan memperpanjang kontrak pemain gagal

Ander Herrera meninggalkan MU akhir musim lalu dengan status free agent. MU dan Herrera tidak mencapai kesepakatan soal kontrak baru. Jauh hari sebelumnya MU mengumumkan perpanjangan kontrak untuk Phil Jones, Chris Smalling dan Ashley Young, pemain-pemain yang lebih minim kontribusi dibandingkan Herrera. 

Ini menunjukkan MU lebih memprioritaskan kontrak untuk pemain yang tidak penting dibanding kontrak pemain kunci. Kebijakan ini mendapat reaksi keras fans MU. 

Bahkan menurut laporan liputan6.com (20/6/2019) di media sosial seorang fans dengan nama akun Rizzy Rizzy lewat change.org membuat petisi atas kebijakan kontrak baru Young, Jones dan Smalling. Petisi tersebut berjudul ” Petisi untuk menyingkirkan Ashley Young, Phil Jones, & Chris Smalling dari Manchester United”. 

Hingga saat ini petisi tersebut sudah mendapat lima ribu tandatangan dan masih bertambah terus setiap jam.

2. Tidak membeli bek baru

Menurut situs whoscored.com Catatan 54 kebobolan di premier league musim lalu adalah yang terburuk bagi MU di era premier league. Menyalahkan kiper David De Gea jelas tidak beralasan, karena dari statistik di situs resmi premier league catatan 97 penyelamatan adalah yang terbaik ke tiga di premier league. 

Para bek tengah lah yang paling bertanggung jawab. De Gea seolah berjuang sendiri mengamankan gawangnya musim lalu. Parahnya hingga hari ini belum ada satu nama bek baru yang berhasil didatangkan ke Old Trafford. Harry Maguire, Matthijs De Ligt, Kalidou Koulibaly dan Issa Diop masih sebatas rumor hingga hari ini.

3. Menunda penunjukan direktur olahraga

Sejak ditinggal Sir Alex Ferguson di tahun 2013, MU selalu kesulitan di bursa transfer. MU punya kelemahan dalam identifikasi pemain dan negosiasi dengan klub target. Selama ini manajer MU yang mengajukan nama target pemain ke wakil CEO MU Ed Woodward, kemudian Woodward yang akan menyetujui dan mengeksekusi proses transfer. 

Namun pemahaman sepakbola dan kemampuan negosiasi yang terbatas membuat target MU sulit direalisasikan atau dibeli dengan harga mahal. Hal ini yang kemudian memunculkan wacana direktur olahraga untuk MU. 

Nama-nama eks pemain MU sempat muncul, seperti Rio Ferdinand, Darren Fletcher dan Nemanja Vidic. Menurut the Guardians MU akan mengumumkan posisi direktur olahraga di awal Juli. Namun hingga kini belum ada keputusan soal siapa yang menempati posisi direktur olahraga

4. Gantung Dean Henderson

Dalam daftar pemain untuk pertandingan pra musim yang dirilis di situs resmi MU (4/7/2019), tidak ada nama Dean Henderson di dalamnya. Padahal Henderson adalah pemain penting saat dipinjamkan ke Sheffield United. 

Menurut data statistik di laman premierleague.com, musim lalu Henderson mencatat 20 clean sheet dari 44 pertandingan untuk Sheffield United. Jauh lebih baik dari catatan kiper utama MU De Gea dengan 7 Clean sheet dalam 38 pertandingan. 

Sektor penjaga gawang menjadi sektor yang harus mendapat perhatian MU, mengingat kiper utama David De Gea hanya menyisakan kontrak hingga akhir musim 2020. Di satu sisi Henderson juga harus mendapat kepastian status di skuad, kontraknya juga berakhir di 2020. Jika MU gagal membuat perencanaan yang baik, mereka berpotensi kehilangan keduanya musim depan.

Tags: Manchester United, Mu, David De Gea, Dean Henderson

Loading…

What do you think?

Written by Julliana Elora

Lahir Tanggal 11 Bulan 7, Anak Ini Dapat Sesuatu Tak Terduga, Sang Ibu Alami Kejanggalan saat Hamil

Alasan Angga Dwimas Sasongko tertarik bikin film “NKCTHI”