in

China Larang Penayangan Materi Hiburan Korea Selatan

China semakin keras dalam melarang masuknya konten-konten hiburan yang berasal dari Korea Selatan. Meski demikian, para netizen asal Negeri Ginseng malah senang saat mendengar kabar ini. Dilansir dari Soompi, akhir pekan lalu sebuah perusahaan dunia hiburan asal China melaporkan bahwa perintah larangan terkait konten gelombang budaya Korea (Hallyu) di Negeri Tirai Bambu telah ditingkatkan. 

Meski larangan tersebut belum dibuat secara resmi, laporan itu menyebut bahwa drama, film, program variety show, dan karya daur ulang akan dilarang disiarkan di China. Larangan juga akan diterapkan kepada siaran satelit dan situs-situs video daring. Beberapa pembatasan yang ditekankan dalam larangan itu termasuk, di antaranya larangan kepada organisasi asal Korea yang melakukan syuting film di Korea, larangan melakukan investasi untuk agen baru asal Korea, larangan para idola Korea menggelar konser dengan jumlah penonton lebih dari 10 ribu orang, larangan terhadap proyek kolaborasi Korea-China, dan larangan menyiarkan drama dengan pemeran asal Korea.

Walau demikian, sebagian besar netizen asal Korea Selatan memandang positif hal tersebut. Menurut mereka, selama ini agen hiburan negaranya terlalu bertumpu dan patuh pada permintaan pasar China, sehingga semakin lama kualitasnya semakin memburuk. “Saya melihat akhir-akhir ini banyak drama kita diproduksi untuk pasar China yang berdampak pada lemahnya plot. Jika ada, pelarangan Hallyu mungkin akan mengembalikan produksi drama kita…” ujar salah satu netizen, seperti dikutip dari kotak komentar XPortsnews via Naver.

Netizen lainnya berkomentar, “Saya berharap ini menjadi tamparan bagi semua sutradara yang bergantung pada pemodal China tanpa memperhatikan soal plot drama sebenarnya.” “Saya sudah muak dengan drama dan variety show berkualitas rendah yang jelas-jelas diproduksi untuk pasar China. Saya pikir pelarangan Hallyu ini akan jadi baik. Jika kalian tidak ingin berakhir seperti Taiwan, lebih baik tidak terlalu bergantung pada pemodal China,” kata netizen lain.

Pengetatan yang dibuat pemerintah China kali ini disebut-sebut merupakan hasil keputusan yang dipicu oleh aksi pemerintah Amerika Serikat dan Korea Selatan yang mengerahkan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korea Selatan pada awal Juli lalu. China menolak keras keputusan kedua negara tersebut. 

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by virgo

Lolos ke 16 Besar UCL, Leicester Cetak Sejarah Lagi

Menghasut, Terancam Penjara 6 Tahun