in

DPRA Segera Buat Qanun Larangan Produk AS – Israel

Massa aksi bela Palestina membakar bendera Israel dan Amerika, di depan gedung DPR Aceh,Senin (18/12).  ( Repro/ WSP/Dani Randi/C )

BANDA ACEH ( Berita ) : Menindaklanjuti desakan rakyat Aceh memboikot seluruh produk Amerika dan Israel yang beredar di Aceh, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) segera membuat qanun tentang larangan produkdari dua negara itu.

Ketua DPR Aceh Tgk Muharuddin mengatakan,pihaknya mengapresiasi tuntutan rakyat tersebut dan siap membuat qanun. “Sangat bersedia. Kita juga mendukung aspirasi itu. Ini bentuk perlawanan kita terhadap Amerika dan Israel,”katanya saat menghadiri aksi bela Palestina di depan Gedung DPRA, Senin (18/12).

Usulan pembuatan qanun itu, kata Muharuddin, akan dibawa dan didiskusikan ke dalam badan legislasi DPR Aceh agar qanun tentang larangan produk itu bisa lebih jelas dan konkret pelaksanaannya. Seperti mengontrol produk tersebut untuk tidak masuk ke Aceh. “Yang jelas kita sepakat untuk menolak produk Israel dan Amerika,”sebutnya.

Sebelumnya, ratusan massa aksi bela Palestina berunjuk rasa di depan gedung DPR Aceh terkait klaim Yerusalem sebagai ibukota Israel. Mereka menuntut berbagai hal agar Pemerintah Aceh mengambil kebijakan menentang negara Israel, seperti pemboikotan produk, kemudian mendesak Presiden Joko Widodo agar mengambil langkah konkret menentang Israel. “Jika ini tidak dilakukan,kami tidak akan bertanggungjawab jika terjadi kekacauan pada produk Amerika di Aceh,“ kata Ketua FPI Aceh Tgk Muslim Attahiry.

Jaga Restoran dan Mal

Pantauan Wartawan direstoran cepat saji KFC di Jalan Teungku Daud Beureueh, Banda Aceh, sejumlah polisi terlihat berjaga-jaga di luar. Beberapa anggota polisi duduk di dekat pintu masuk. Pengunjung tampak seperti biasa.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Saladin mengatakan,untuk mengamankan aksi massa 520 polisi diturunkan.Mereka terdiri personel Polresta, Polda Aceh, Brimob dan dibantu TNI. Menurutnya, selain mengamankan jalannya aksi, polisi juga ditempatkan di lokasi yang kemungkinan disasar massa seperti KFC, mall, hingga Hermes Hotel.

Meski tidak menggunakan senjata lengkap, namun pihak polisi terlihat berjaga-jaga di lokasi.“Kita tempatkan polisi disana untuk mencegah pihak ketiga yang memprovokasi. Kita berharap massa bisa kembali setelah ini (demo) dan tidak lagi ke tempat-tempat seperti KFC,” ungkap Saladin. (WSP/cdr/J)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Fahri Hamzah Nilai Bamsoet Mumpuni Pimpin DPR

Pembobol Toko Oli di Sigli Dibeureukah di Laweung