in

Ekonomi Sulit, Pencurian Marak

MERESAHKAN:
Pelaku pencurian
yang berhasil dibekuk
dan diamankan di
Mapolres Payakumbuh,
beberapa waktu lalu.(IST)

Kondisi ekonomi masyarakat Payakumbuh dan Limapuluh Kota, kini umumnya sedang sulit. Sementara kebutuhan hidup  semakin tinggi. Akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang mengambil jalan pintas dalam mencari uang. Termasuk dengan mencuri.

Maka tidak heran, bila kasus pencurian kini marak terjadi di Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Dalam bulan puasa ini saja, sudah tiga pria ditangkap dan diamankan anggota Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Payakumbuh karena terlibat kasus pencurian.

“Iya, selama bulan puasa ini. Sudah tiga pria ditangkap dan diamankan anggota Satreskrim karena terlibat pencurian. Kita minta, masyarakat tetap tingkatkan kewaspadaan,” kata Kapolres Payakumbuh AKBP Wahyuni Sri Lestari didampingi Wakapolres Kompol Russirwan kepada Padang Ekspres, Minggu (2/4).

Berdasarkan data yang diperoleh wartawan dari Kasat Reskrim Polres Payakumbuh Iptu Alva Zakya dan Paur Humas Iptu Satria Rudi, tiga pria yang ditangkap pada bulan puasa karena kasus pencurian adalah RS alias Rinto, 44. Kemudian MA alias Alfi,23, dan DS alias Dede,33. Mereka ditangkap di tempat berbeda.

Iptu Alva menyebutkan, RS alias Rinto,44, yang dalam KTP beralamat di Tegal Sari, Kelurahan Air Jamban, Mandau, Bengkalis, Riau, ditangkap di rumah istrinya di Cubadak, Tanjuangalam,Tanjuangbaru, Tanahdatar, Sumbar. Rinto ditangkap karena membobol rumah warga Jorong Piladang, Koto Tangah Batu Ampa, Akabiluru, Limapuluh Kota, Sabtu dini hari (25/3).

Saat itu, seluruh pemilik rumah tertidur. Tersangka Rinto masuk rumah dengan cara merusak jendela. Kemudian membawa kabur satu laptop dan satu handphone. Tapi konyolnya, setelah mencuri, Rinto menghubungi korban.

Rinto menyebut akan mengembalikan barang curian dengan meminta imbalan. Tentu saja, aksi Rinto ini dengan mudah dibaca polisi. Sehingga dia akhirnya ditangkap, saat warga di sekitar rumah istrinya sedang melaksanakan sahur.

Lain RS alias Rinto, lain pula MA alias Alfi,23. Pemuda asal Jorong  Madangkadok, Nagari Sungaikamuyang, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota ini, terpaksa diamankan polisi, setelah menjadi ‘bulan-bulanan’ warga kampungnya, karena ketahuan mencuri mesin bajak atau traktor tangan, Kamis (30/3).

Alfi menjadi sasaran amarah warga karena warga Madangkadok, Sungaikamuyang, sering mengalami kasus pencurian. Untung saja, Alfi dapat dibawa ke kantor polisi, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sedangkan DS alias Dede,33, warga Jalan Kiwi, Koto Baru Balai Janggo, Payakumbuh Utara, ditangkap anggota Satreskrim Polres Payakumbuh, Jumat (31/3). Petugas parkir di Rumah Sakit Ibnu Sina ditangkap karena mencuri motor yang diparkir pemiliknya di rumah tersebut.

Aksi Dede yang bagaikan pagar makan tanaman ini, terungkap berkat rekaman CCTV yang ada di Rumah Sakit Ibnu Sina, Payakumbuh. Sehingga, Dede pun dengan mudah ditangkap polisi.

Sementara itu, kasus pencurian kerbau yang terjadi di Jorong Bumbuang, Nagari Situjuahbatua, Kabupaten Limapuluh Kota beberapa hari, belum terungkap pelakunya.

“Kita berharap, pelaku pencurian kerbau ini dapat diungkap. Karena pemilik kerbau adalah warga yang ekonominya pas-pasan saja,” kata Wali Nagari Situjuahbatua DV Dt Tan Marajo. (frv)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Nikmatnya Es Cendol Tapai Saat Buka Puasa

Ponpes Sumatera Thawalib Parabek: Annajah, Harapan Besar Tegakkan Syariat Islam