in

Emzalmi-Desri Daftar ke PPP

Setelah mendaftar ke DPC Hanura Padang, pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang, Emzalmi-Desri Ayunda akhirnya secara resmi mendaftar ke DPC PPP Padang, kemarin (16/7). 

Saat pendaftaran, tampak hadir anggota DPRD Padang dari Fraksi Hanura. Kehadiran politikus tersebut seakan membuka teka-teki partai koalisi yang bakal mengusung Emzalmi-Desri Ayunda di Pilkada Padang 2018 mendatang.

Kehadiran tim Emzalmi-Desri Ayunda mendapat sambutan yang luar biasa dari PPP. Selain pernah di usung PPP, Emzalmi-Desri Ayunda juga pasangan pertama yang mendaftar ke partai berlambang kakbah tersebut.

Bakal calon Wali Kota Padang, Emzalmi mengaku, telah sepakat berpasangan dengan Desri Ayunda setelah mendengar aspirasi dari masyarakat.

Sesuai ketentuan yang berlaku, agar bisa mencalonkan diri, mereka perlu mendaftar ke partai politik. Oleh karena itu, mereka segera mendaftar ke partai politik yang membuka pendaftaran. 

“PPP buka pendaftaran, kami sudah ambil formulir dan sekarang secara resmi mendaftar. Tidak sendiri-sendiri, tapi langsung berdua, ini bukti keseriusan kami untuk maju di Pilkada Padang,” kata Emzalmi.

Kehadirannya ke PPP, sebut Emzalmi, seperti kemenakan yang kembali ke rumah gadang. Menurutnya, hubungan dengan PPP sudah terjalin sejak pilkada periode sebelumnya. 

PPP yang berkoalisi dengan PKS yang mengantarkannya menjadi seorang Wakil Wali Kota Padang. Hubungan yang terjalin ketika mengusungnya sebagai wakil diharapkan dapat kembali mendulang kesuksesan periode sekarang dengan mengusung dirinya dan Desri Ayunda.

“Mekanisme selanjutnya tentu akan diserahkan kepada PPP. Kami harapkan hubungan yang terjalin sejak lama ini kembali dapat kami sambung bersama PPP pada Pilkada kali ini. Kami berterima kasih pada sambutan yang hangat dan akrab ini. Mudah-mudahan proses ini berjalan lancar hingga penetapan KPU,” tuturnya.

Meski mendapat angin segar, DPC PPP Padang mengaku akan memprosesnya sesuai mekanisme di partai berlambang kakbah tersebut. Ketua DPC PPP Padang, Maidestal Hari Mahesa mengatakan, Emzalmi-Desri Ayunda kandidat pertama yang mendaftar ke PPP. 

Terhitung, ada sembilan bakal calon yang mengambil formulir sejak pendaftaran dibuka. Namun, yang mengembalikan formulir pendaftaran hanya pasangan Emzalmi dan Desri Ayunda. “Ini yang pertama. Tentu akan menjadi pertimbangan juga bagi kami ke depannya,” kata Maidestal Hari Mahesa di kantor DPC PPP Padang saat pendaftaran.

Menurutnya, proses penjaringan calon di PPP telah selesai dan dipastikan tidak akan membuka diri lagi pada calon lain. Sekarang, pihaknya memasuki tahap kedua, yakni pengembalian formulir atau pendaftaran. Berhubung DPP PPP di Pusat menagih laporan masing-masing daerah secepatnya, maka PPP Padang juga akan segera menyampaikan laporan kepada DPP PPP.

“Kita dipanggil oleh DPP untuk sesegera mungkin memberikan laporan. Rencana awal paling lambat September sudah dapat kepastian. Cuma, karena intensitas politik semakin tinggi, tentunya kami akan segera menyampaikan ke Pusat. Rencana tanggal 19 hingga 22 ini akan melaporkan perkembangan terakhir ke Pusat,” kata anggota DPRD Kota Padang tersebut.

Sebelum memberi laporan ke Pusat, bersama Ketua Tim Des Pilkada DPC PPP Padang yang telah ditunjuk, PPP akan mendengar aspirasi dari seluruh pimpinan anak cabang (PAC) dan ranting di seluruh kelurahan. Masukan dari PAC dan ranting inilah yang akan dibawa dan laporkan ke Pusat.

Saat pendaftaran, terlihat hadir anggota DPRD Padang dari Fraksi Hanura, Osman Ayub. Kehadiran politisi Hanura tersebut seakan membuka teka-teki koalisi partai yang bakal mengusung Emzalmi-Desri Ayunda menuju Pilkada Padang 2018 mendatang. Pasalnya, di media sosial, sejumlah kalangan khawatir pasangan Emzalmi-Desri Ayunda tidak mendapat kendaraan.

Memang, tidak mudah memperoleh partai-partai pendukung yang memiliki 9 kursi di DPRD Padang sebagai syarat untuk maju seperti yang digariskan undang-undang. Namun, angin segar berhembus saat pendaftaran ke DPC PPP Padang kemarin.

Osman Ayub yang dihubungi Padang Ekspres di sela-sela pendaftaran tidak menepis kemungkinan partainya akan berkoalisi dengan PPP. Secara hitungan kursi, koalisi Hanura dan PPP cukup untuk mengusung Emzalmi dan Desri Ayunda. PPP memiliki 4 kursi, sementara Hanura memiliki 5 kursi di DPRD Padang.

“Cukup untuk mengusung,” kata Osman Ayub menimpali kemungkinan adanya koalisi PPP dan Hanura. Di balik pengakuan itu, Osman mengaku kedatangannya ke PPP hanya sebatas berkunjung semata. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by virgo

Tawuran, Enam Remaja Ditangkap

Politik Sudah Mulai Makan Korban Konglomerat