in

Fakultas Pariwisata dan Perhotelan UNP Sambangi Sentra Rendang Payakumbuh

DISKUSI: Tim Fakultas Pariwisata dan Perhotelan, UNP saat
diskusi Sabtu lalu (28/1) di Sentra Rendrang Payakumbuh.(IST)

Tim Fakultas Pariwisata dan Perhotelan, Universitas Negeri Padang (UNP), Sabtu lalu (28/1), menyambangi Sentra Rendrang Payakumbuh yang berada di Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian setempat.

Selain mendiskusikan tindak lanjut  kesepahaman bersama antara Rektor UNP dengan Wali Kota Payakumbuh, tim juga membawa kabar, bahwa UNP akan menerima mahasiswa baru untuk program studi kuliner Minang yang kampusnya ada di Payakumbuh.

Tim Fakultas Pariwisata dan Perhotelan UNP yang berkunjung ke Payakumbuh itu dipimpin Dekan Dra Ernawati MPd.Phd, Wakil Dekan I DR Yuliana dan Wakil Dekan II Prof. Ani Faridah. Di dalam tim ini, juga ada beberapa Kepala Kagian, Kepala Departemen, Kepala Prodi Tata boga, Labor Tata boga, serta dosen.

Kedatangan mereka disambut  Kepala Disnakerperin bersama Sekretaris Donisa Putra, Kepala UPTD Sentra Rendang Novit Ardi, dan Kabid Perindustrian Bambang Hermanto. Selain itu, juga ikut menyambut Kabid PAUDNI Dinas Pendidikan Payakumbuh Syafni Hasni.

Dekan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan UNP Ermawati menyebutkan, UNP menerima mahasiswa Prodi Kuliner Minang mulai  23 Maret 2023. Setelah penerimaan mahasiswa Prodi III itu, akan dilakukan kampus pada Juni dan Juli mendatang, dimana kampus Prodi Kuliner Minang ini ada di Payakumbuh.

Sedangkan proses kuliah akan dimulai 25 Agustus 2023. Ermawati menjelaskan, program studi DIII yang dibuka Fakultas Pariwisata dan Perhotelan UNP di Payakumbuh, merupakan PSDKU atau (Program Studi Diluar Kampus Utama).

Mengapa dinamakan PSDKU dan tidak diberikan nama kampus jauh seperti di dua daerah lain yang telah ada berdiri kampus UNP, karena  Kota Payakumbuh dibatasi oleh Kabupaten Agam yang telah lebih awal dibukanya kampus UNP. Sehingga kota Payakumbuh hanya bisa didirikan dan terfokus pada program studi diluar kampus utama.

“Program DIII Fakultas Pariwisata dan Perhotelan yang dibuka UNP di Payakumbuh, akan difokuskan terhadap vokasi. Sehingga mahasiswa nantinya akan sering melakukan praktek dalam proses perkuliahannya Yang akhirnya para mahasiswa ini diharapkan akan dapat dan siap untuk memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Erma meminta sekaligus menekankan kepada pihak Pemko Payakumbuh agar dapat nantinya menyediakan fasilitas lebih, awal berupa tempat tinggal atau kost bagi mahasiswa baru yang kuliah di PSDKU UNP kota Payakumbuh.

“Kami telah melihat atas impek dari keberadaan sebuah kampus di sebuah wilayah tersebut. Dimana perekonomian warga sekitar kampus tumbuh dan berkembang dengan hadirnya kampus ini. Dan kami tentu ingin pihak Pemko Payakumbuh lebih awal memberikan kami data terkait untuk tempat tinggal bagi mahasiswa baru ini,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Disnakerprin Payakumbuh Yunida Fatwa menyebutkan, Pemko Payakumbuh nanti akan melakukan sosialisasi kepada warga sekitar dan meminta warga untuk dapat membantu dan memberikan sarana dan prasarana sebagai tempat tinggal atau kost bagi mahasiswa yang merupakan warga luar daerah. “Ini tentu juga peluang bagi warga sekitar kampus, terutama kawasan Padangkaduduak,” kata Yunida Fatwa.

Istri Sekkab Limapuluh Kota ini menyebut, Pemko Payakumbuh serius mendukung dibukanya Prodi Studi Kuliner Minang pada PSDKU UNP di kota Payakumbuh. Yunida juga sedikit proses tentang bagaimana awal mula berdirinya sentra rendang dan nge-branding kota Payakumbuh menjadi city of Randang.

“Jadi, sejarah itu dimulai tahun 2014 lalu. Dimana melihat potensi rendang yang ada di kota Payakumbuh, maka pemerintah kota Payakumbuh tidak menyiapkan hal tersebut dengan langsung mendirikan kampung rendang. Dan untuk Rendang telur dan rendang tumbuk (daging yang dihaluskan) tidak ada di daerah lain di Sumbar, karna dua varian rendang ini hanya ada di kota Payakumbuh. Sehingga atas varian rendang ini kita mengokohkan untuk branding kota Payakumbuh menjadi city of Randang,” ujarnya.

Yunida menyebutkan, Pemko Payakumbuh siap berdialog dengan UNP, terkait dengan program studi kuliner Minang yang salah satunya pembelajarannya tentang rendang. “Sebab kita tahu, Kota Payakumbuh beberapa waktu lalu sudah dibranding City Of Randang,” ujarnya.

Terkait dengan SDM yang akan dikelola oleh pihak UNP ke depannya, kepala Disnakerperin itu ingin yang akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan nantinya merupakan mereka warga kota Payakumbuh. Dan kalau bisa diprioritaskan masyarakat sekeliling terlebih dahulu.

“Dan terkait dengan kerjasama Pemko Payakumbuh dengan UNP ke depannya, Pemko Payakumbuh tentu  komit untuk segala sesuatu atas kebutuhan dari pihak UNP di kota Payakumbuh. Terutama untuk kelancaran proses aktivitas perkuliahan di kampus PSDKU UNP di kota Payakumbuh,” ujar Yunida Fatwa. (***)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Warga Serahkan Senjata Api ke – 51 Kepada Satgas Yonarhanud 3/Yby

QR Code Akan Diterapkan di Seluruh SPBU