in

Harga Rempah-Rempah Ikut Naik, Stok Menipis

PASOKAN MENIPIS:
Karyawan toko rempah- rempah melayani pembeli di Pasar Raya Padang, Senin (13/3).(TITI SATRI WAHYUNI/PADEK)

Tidak hanya bahan pokok, rempah-rempah di Kota Padang juga mengalami kenaikan harga jelang bulan Ramadhan 1444 Hijriyah. Salah satunya kemiri. Bahkan kenaikan harga kemiri saat ini mencapai 5 sampai 10 persen.

Penyebab mahalnya harga kemiri karena tingginya permintaan dan menipisnya stok.
Pantauan Padang Ekspres, Senin (13/3) di sejumlah toko rempah-rempah di Pasar Raya Padang, rata-rata pedagang menyebut kenaikan harga kemiri mencapai 10 persen dari harga biasanya.

Salah satu pedagang rempah di Pasar Padang Ratna Wulandari, 29, mengaku rempah-rempah khususnya kemiri memang sering mengalami kenaikan menjelang bulan suci Ramadhan.

Saat ini harga kemiri terpantau naik hingga 10 persen. Biasanya harga kemiri Rp 50 ribu per kilogram. Sekarang menjadi Rp60 ribu sampai Rp70 ribu per kilogramnya. Ia menambahkan, naiknya harga kemiri disebabkan sedikitnya stok yang diantarkan oleh distributor dan petani.

Kondisi tersebut juga membuat daya beli masyarakat mengalami penurunan. “Biasanya masyarakat rutin beli ke seni terutama yang rumah makan, namun saat ini agak sedikit berkurang,” jelasnya.

Tak hanya kemiri, Ratna menyebut harga rempah lainnya juga mengalami peningkatan harga seperti merica, ketumbar, lengkuas, dan lainnya.

“Kalau harga merica bulat sekarang harga Rp100 ribu per kilogram. Kalau yang halus Rp120 ribu. Kalau ketumbar biasa harganya Rp22 ribu per kilo, namun sekarang Rp 30 ribu per kilo,” jelasnya.

Kondisi serupa juga dialami oleh pedagang lainnya, Doni Saputra, 42. Ia mengatakan, salah satu rempah yang melonjak harganya adalah kemiri.

“Biasanya sebelum puasa memang ada kenaikan harga rempah. Seminggu sebelum puasa sudah mulai naik. Rempah yang naik sekarang itu kemiri. Sekarang harganya Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu per kilogram,” tuturnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga kemiri salah satunya disebabkan oleh tersendatnya pasokan kemiri dari distributor ke pedagang. “Jadi itu mungkin yang menyebabkan harga kemiri naik saat ini,” jelasnya.

Ia menyebut dengan naiknya harga kemiri di pasaran, berdampak terhadap lemahnya daya beli masyarakat. “Kami berharap harga kemiri bisa kembali normal dan pasokan kembali lancar,” harapnya. (cr10)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Tabungan Utsman Dilanjutkan Tahun Depan

Parade busana konsep modern berbahan benang bintik