in

Israel tutup akses Al-Mughayyir di Tepi Barat selama 20 jam

Logo Header Antaranews Sumsel

Israel tutup akses Al-Mughayyir di Tepi Barat selama 20 jam

Minggu, 30 Agustus 2026 16:58 WIB

Image Print

Warga memeriksa kerusakan setelah serangan Israel di daerah Haresh al-Saada, . ANTARA/Anadolu Agency/Nedal Eshtayah/aa.

Ramallah/Istanbul (ANTARA) – Tentara Israel menutup satu-satunya akses yang tersisa menuju desa Al-Mughayyir di Tepi Barat yang diduduki selama 20 jam berturut-turut, sehingga warga tidak dapat keluar maupun masuk.

Kepala Dewan Desa Al-Mughayyir Amin Abu Aliya mengatakan kepada Anadolu, Sabtu, pembatasan dan serangan terhadap warga serta petani di desa tersebut meningkat selama 20 hari terakhir.

Ia mengatakan satu-satunya akses desa yang tersisa berulang kali ditutup pada pagi hari untuk mencegah pekerja pergi ke tempat kerja dan kembali ditutup pada sore hari agar warga yang berada di luar tidak dapat pulang.

Menurut Abu Aliya, langkah tersebut bertujuan menciptakan kondisi yang memaksa para pekerja tetap berada di luar desa dan pada akhirnya mendorong warga Palestina meninggalkan wilayah tersebut.

Ia mengatakan pasukan Israel menyerbu Al-Mughayyir pada Jumat dengan puluhan kendaraan militer dan polisi bersama pemukim Israel, dengan alasan seekor domba milik pemukim telah dicuri.

Abu Aliya membantah tuduhan tersebut. Namun, pasukan Israel tetap mengejar pemilik ternak Palestina, menggerebek sebuah rumah, dan berupaya menyita domba sehingga terjadi bentrokan yang menyebabkan sejumlah warga Palestina terluka.

Ia mengatakan pasukan Israel terus menutup akses desa sejak penyerbuan tersebut serta melarang ambulans dan kendaraan Pertahanan Sipil memasuki desa selama penutupan berlangsung.

Abu Aliya menambahkan bahwa ketika warga menghadapi serangan di bagian selatan desa pada Jumat, lebih dari 50 pemukim Israel memasuki wilayah utara, menyerang seorang petani Palestina dan mencuri 25 ekor domba.

Sebelumnya pada Sabtu, Kementerian Luar Negeri Palestina memperingatkan bahwa Al-Mughayyir telah mengalami “pengepungan ketat” selama sekitar 20 hari.

Kementerian mengatakan pasukan Israel mengendalikan akses melalui gerbang desa dan terkadang hanya mengizinkan warga keluar atau masuk selama dua jam setiap hari.

Pembatasan dan serangan yang dilakukan para pemukim Israel itu bertujuan mengisolasi desa serta menciptakan kondisi yang mendorong pengungsian paksa, kata kementerian tersebut.

Pada Jumat, tiga warga Palestina terluka dalam serangan pemukim di Al-Mughayyir, namun pasukan Israel dan pemukim menghalangi ambulans yang hendak membawa korban luka.

Tepi Barat yang diduduki mengalami peningkatan serangan militer Israel dan serangan pemukim terhadap warga Palestina sejak pecahnya perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023.

Sumber: Anadolu

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Israel tutup akses Al-Mughayyir di Tepi Barat selama 20 jam

Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

What do you think?

Written by Julliana Elora

Profil Yayoi Kusama, sang ratu polkadot yang wafat di usia 97

142 atlet ikuti Selekprov Anggar Sumsel 2026