in

Juventus vs Real Madrid: Ambisi Patahkan Kutukan

Final Liga Champions adalah klimaks sepakbola Eropa dalam satu musim. Mengangkat Si Kuping Lebar merupakan obsesi semua pesepakbola yang bermain di Benua Biru. 

Di partai puncak musim ini, dua raksasa dari Italia serta Spanyol –yang sama-sama telah menggondol gelar liga domestik– bakal berhadapan: Juventus dan Real Madrid (siaran langsung SCTV pukul 01.45 WIB). Duel kedua tim juga merupakan representasi dua kutub sepakbola yang bertolak belakang. 

Juventus merupakan tim yang kukuh pertahanannya. Hanya jebol tiga kali dalam 12 laga yang dijalani di Liga Champions musim ini. Sedangkan Real mewakili sepakbola rakus gol dengan 32 gol dalam 12 pertandingan. 

Di Juventus, kukuhnya pertahanan itu tak lepas dari peran BBC: Andrea Barzagli-Leonardo Bonucci-Giorgio Chiellini. Sedangkan tajamnya gempuran Real juga diwakili trio dengan akronim serupa: BBC (Gareth Bale-Karim Benzema-Cristiano Ronaldo). 

Perkembangan terakhir memperlihatkan bahwa BBC milik Juventus punya kans lebih besar untuk menjadi penentu hasil pertandingan. Sebab, BBC Real sedang koyak. Bale yang belum 100 persen sembuh dari cedera betis punya kans sangat tipis untuk tampil. Malah trisula lini depan Real bisa berganti akronim IBC: Isco-Benzema-Cristiano. 

Meski kompatriotnya absen, bintang Real Cristiano Ronaldo dalam wawancara dengan Fox Sports kemarin (2/6) sangat percaya diri timnya bisa juara. Sekaligus mengakhiri “kutukan” sejak format Liga Champions ditetapkan musim 1992–1993: belum ada tim yang sanggup back-to-back alias mengangkat trofi dalam dua musim beruntun. 

“Juventus adalah tim yang sempurna. Pertarungan ini akan jadi laga yang berimbang. Namun, saya yakin Real lebih kuat dan kami hanya harus membuktikan di lapangan pertandingan,” tutur Ronaldo.

Kalau Real berambisi mematahkan kutukan tak adanya juara beruntun, Juventus juga punya kutukan lain yang harus diakhiri: rekor buruk di final. Dari delapan pertandingan puncak yang dijalani Juventus, enam di antaranya berakhir dengan kekalahan. “Saya berdoa bakal terjadi malam keajaiban buat Real dan malam yang tragis bagi Juventus,” kata Ronaldo kepada Fox Sports. 

Sementara itu, di kubu Juventus, semuanya bersatu untuk memberikan gelar istimewa bagi sang kapten Gianluigi Buffon. Mahkota Liga Champions adalah satu-satunya trofi bergengsi yang belum pernah diraih. Pada usianya yang sudah 39 tahun, laga dini hari nanti bisa menjadi kesempatan terakhir buat Buffon meski dirinya belum berencana pensiun. 

Buffon pantas sebal untuk kegagalan-kegagalannya di masa lalu mengangkat Si Kuping Lebar. Pada final Liga Champions 2002–2003 dan 2014–2015, Buffon dipecundangi AC Milan dan Barcelona. Untuk kali ini, kiper andalan tim nasional Italia itu akan puputan atau habis-habisan demi trofi terakhir yang belum dimenangkannya. 

“Kamu harus menemukan keberanian untuk menaklukkan rasa takutmu. Jadi, itulah kenapa saya merasa bertambah kuat ketimbang mereka yang berkata tak pernah takut,” ucap Buffon. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by virgo

Download Kalender Pendidikan 2017/2018

Bukittinggi Raih Nilai UN Tertinggi, Padang Pimpin Tingkat Kelulusan