in

Kapal Bawa 1,6 Ton Bawang Ditangkap

DIAMANKAN: Aparat gabungan dengan senjata laras panjang mengamankan nakhoda dan kru kapal yang mengangkut bawang dan cabai ilegal asal Malaysia di perairan Batam, Kepri, Senin (28/11) sekitar pukul 01.30 dini hari. f-istimewa/Lantamal IV Tanjungpinang

Batam – Para penyelundup barang-barang ilegal dari Malaysia terus berusaha mengakali aparat yang berjaga di perairan Kepulauan Riau (Kepri). Kali ini, modusnya tidak menyalakan lampu saat kapal berlayar di perairan Batam pada malam hari. Tapi, modus berlayar gelap-gelapan ini justru membuat aparat curiga.

Walhasil, kapal tanpa nama yang mengangkut 1,6 ton bawang dan 600 kilogram cabai ilegal diamankan di perairan utara Tanjungpinggir, Batam, Senin (28/11) sekitar pukul 01.30 dini hari. Pagi itu, Tim WFQR 4 Unit I Jatanrasla Lantamal IV Tanjungpinang dan Yon Marinir 10 melakukan patroli rutin di perairan Timur Sambu, Batam.

Dari jauh, aparat mencurigai kapal yang berlayar dari Telukjodoh, Batam tanpa menyalakan lampu penerangan. Tim gabungan langsung mengejar dan menghentikan kapal yang bergerak di tengah malam itu. Kemudian dilakukan pemeriksaan nakhoda kapal bernama Razianto dan seorang kru kapal di perairan utara, Tanjungpinggir, Batam.

Di situ, diketahui nakhoda kapal tidak melengkapi dokumen SPB (Surat Pemberitahuan Berlayar), nakhoda tidak mendaftaran muatan kapal, tidak ada daftar ABK, dan nakhoda tidak mengantongi SKK (Surat Keterangan Kecakapan).

Sedangkan di anjungan kapal, aparat menemukan 47 karung bawang ilegal dengan berat masing-masing 35 kilogram dan 20 karung cabai dengan berat masing-masing 30 kilogram. Total muatan kapal kargo itu sekitar 2,2 ton.

Danlantamal IV Tanjungpinang Laksma TNI S Irawan mengungkapkan adanya modus baru penyelundupan bawang dan cabai asal Malaysia yang masuk ke perairan Kepulauan Riau (Kepri) melalui kontainer. Modus ini terungkap setelah penangkapan kapal kargo tanpa nama di perairan Timur Pulau Sambu, Kota Batam, Senin (28/11) sekitar pukul 01.30 dini hari.

Pada malam itu diamankan sekitar 1,6 Ton bawang berikut 600 Kilogram (Kg) cabai.
Ia menyampaikan, setelah dibongkar muat di pelabuhan, bawang dan cabai dibawa ke gudang penampungan sementara di kawasan Nagoya, Batam.

Selanjutnya, bawang dan cabai ilegal tadi dipindahkan untuk dimuat ke atas kapal kargo kayu tanpa nama di pelabuhan tikus di Telukjodoh, Batam.

”Tujuannya adalah Tanjungbalai Karimun,” ujarnya.

Irawan menjelaskan bahwa ketatnya pengawasan patroli aparat dari TNI AL, Polri dan Bea Cukai di perairan Kepri membuat para penyeludup menggunakan berbagai cara antara lain yang sering ditemukan memindakan barang-barang seludupan dari kapal besar ke kapal kecil ditenga laut dan untuk mengelabui petugas bergerak atau berlayar pada malam hari secara senyap dan tidak menggunakan lampu namun semua itu sudah kita antisipasi.

Sampai saat ini kapal tanpa nama dan mutaran serta ABK dibawa Tim WFQR 4/Unit 1 Jatanrasla di pelabuhan Beton Sekupang Batam untuk proses lebih lanjut. (noc/cr27)

What do you think?

Written by virgo

Beppeda Minta Pemprov Kepri Bangun Lingga

Apa Pun Kondisi APBD, Pendidikan Tetap Prioritas