in

Keluyuran, 20 Siswa Diamankan

DIGIRING: Petugas Satpol PP Kabupaten
Sijunjung mengamankan 20 orang siswa yang keluyuran disaat
jam belajar, Selasa (8/11).(IST)

Keluyuran saat jam belajar, sebanyak 20 siswa SLTP dan SLTA dijaring  petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Sijunjung, Selasa (8/11).

Pascadiamankan, seluruhnya digelandang menuju Markas Satpol PP untuk menjalani proses pembinaan. Kemudian menandatangani surat perjanian diatas kertas bermatrai, dan dihadiri pihak sekolah masing-masing.

Plt Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Sijunjung, Syuhril , menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Termasuk proses penegakan disiplin terhadap anak usia sekolah.

Terkait proses penjaringan terhadap kalangan siswa, lanjut Syuhril, dilakukan karena sebelumnya tim Satpol-PP  kerap mendapat laporan dari masyarakat dan pihak sekolah.

Bahwa akhir-akhir kalangan siswa banyak keluyuran (berkeliaran) saat berlangsungnya jam belajar.  Padahal seharusnya mereka pada jam itu mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.

Kecuali bila memang ada keperluan penting dengan ketentuan tetap harus mendapat izin dari pihak sekokah. Apakah itu urusan keluarga,  pergi berobat karena suatu penyakit, atau mengikuti kegiatan ekstra luar sekolah, serta lain sebagainya.

“Mereka ditangkap diberbagai lokasi, kepergok sedang bermain-main, dan nongkrong di warung,” jelas Syuhril.

Dengan adanya kegiatan razia oleh Tim Satpol PP diharapkannya akan menjadi efek jera bagi para pelajar nakal. Sehingga ke depannya tidak lagi mengulang kesalahan yang sama. Karena berkeliaran pada saat jam pelajaran berlangsung dapat perugikan diri sendiri, orangtua, bahkan berpotensi mengundang terlibat perbuatan maksiat dan pekat.

Parahnya lagi,  saat keluyuran mereka juga bisa terjerat perbuatan penyalahgunaan narkotika, minumn keras (miras), hingga pergaulan bebas. Ujung-ujungnya jadi penyesalan dikemudian hari, dan masa depan terancam rusak.

“Awalnya memang begitu.  Tanpa pikir panjang cabut dari sekolah, kemudian keluyuran kian kemari tak tentu arah, serta nongkrong di kedai sambil merokok. Sementara orang tua di rumah mengira anaknya masih sedang belajar juga fi sekokah,” jelas Syuhril.

Ditambahkan Kasi Trantib yang sekaligus bertindak sebagai pimpinan patroli, Syaminur, razia kali ini menurunkan 10 personel.  Proses pergerakan mengunakan kendaraan dinas  truk Satpol PP sesuai Surat Perintah Tugas Plt Kasat Pol-PP dan Damkar.

Sasaran petugas yakni para siswa SMP-SMA di luar pekarangan sekokah, kantin, taman dekat SPBU, warung kopi dan warnet, dan lain sebagainya. Berdasarkan laporan warga,  saat keluyuran para siswa suka merokok sambil nongkrong-nongkrong.

Alhasil,  dalam kegiatan razia kali ini petugas berhasil menjaring sebanyak 20 orang siswa dinberbagai tempat. Dengan perincian sebanyak 19 orang siswa SMA dari 5 sekolah, dan 1 orang siswa SMP dari 1 sekolah.  (atn)

What do you think?

Written by Julliana Elora

CPNS Mahkamah Agung RI Ikuti Latsar Klasikal

Wako Fadly: Pemerintahan yang Bersih, Informasi Publiknya Harus Terbuka