in

Kiat Puskesmas Lansat Kadap Dekatkan Pelayanan

Aktifkan 38 Posyandu, Beri Pelayanan di Lapangan  

Puskesmas Lansat Kadap di Kabupaten Pasaman, tidak hanya menunggu namun, berusaha mendekatkan pelayanan ke tengah masyarakat. Salah satu caranya, memberikan pelayanan di lapangan untuk dapat menjangkau lebih banyak masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan.

Sepuluh tahun berdirinya Puskesmas Lansat Kadap, sudah banyak mengalami kemajuan. Baik dari sarana dan prasarana serta pelayanannya.Untuk membantu perkembangan puskesmas tersebut, sebanyak 38 posyandu pun dibentuk.

“Sekali sebulan kami  memberikan pelayanan di lapangan. Dengan pelayanan seperti itu, masyarakat lebih suka berurusan dengan puskesmas. Diharapkan, segala kendala yang dihadapi masyarakat terkait kesehatan, dapat diketahui petugas puskesmas dan sebagai masukan untuk petugas,” kata Kepala Puskesmas Lansat Kadap, Kecamatan Rao Selatan, Siti Khodijah.

Ia mengatakan dengan kunjungan lapangan itu, informasi yang diterima dari masyarakat langsung disikapi. Misal, laporan masyarakat tentang kurangnya stok vaksin di salah satu posyandu setempat. 

“Untuk mengatasi persoalan tersebut, kebutuhan setiap posyandu dan stok puskemas harus diperiksa dulu. Apakah betul sudah habis atau tidak.T api kalau memang sudah habis, akan di usulkan ke Dinas Kesehatan,” sebut Khodijah.

Ia menjelaskan, dalam imunisasi anak dan ibu hamil, vaksin BCG untuk anak-anak tidak bisa dibeli di luar. Sebab vaksin BCG hanya ada di Dinas Kesehatan dan harus dipergunakan secara efektif.

“Vaksin BCG tidak bisa dipergunakan setelah dibuka. Pasalnya 1 botol vaksin BCG adalah untuk 6 orang. Kalau dipergunakan hanya untuk satu atau dua anak, maka obat tersebut akan sayang dan tidak bisa dipergunakan lagi. Begitu juga halnya dengan vaksin ibu hamil,” tukasnya. 

Selain itu, terdapat juga kendala yang dihadapi petugas Puskesmas selama ini. Selama ini, status puskesmas Lansat Kadap masih berstatus Puskesmas Non-Rawatan, sementara sebagian masyarakat meminta dijadikan sebagai Puskemas Rawatan.

“Pasalnya pasien yang ingin dirawat harus dirujuk ke puskesmas rawatan yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal masyarakat. Dari segi jumlah penduduk dan lokasi pun sudah memungkinkan,” ujarnya.

Di puskesmas Lansat Kadap memiliki 18 ruangan. Di antaranya ruangan apotek, poli umum, instalasi gawat darurat (IGD), klinik sanitasi, pojok gizi, gudang obat, poli gigi, laboratorium, kesehatan ibu dan anak  dan keluarga berencana (KIA / KB), rekam medik.

Khodijah juga menyebutkan sesuai program tahun 2016, beberapa kegiatan telah selesai dilaksanakan. Seperti pembinaan rutin (campak) untuk anak SD sekali dalam 6 bulan, penyuluhan kesehatan peduli remaja (PKPR) dan pemberian tablet tambah darah (Fe), usaha kesehatan gigi sekolah (UKGS), usaha kesehatan sekolah (UKS), pelayanan gizi dan pelayanan lainnya.

Kemudian, kata Khodijah, mewujudkan program tersebut, posyandu yang ada di nagari juga memberikan pelayanan langsung secara lebih kepada masyarakat. Di mana, kegiatan tersebut dilakukan sekali seminggu. Seperti penimbangan balita, pemeriksaan ibu hamil, pemberian imunisasi bagi balita.

“Namun, masih ada beberapa kendala yang dihadapai petugas posyandu di lapangan dan harus diprioritaskan pelayanannya,” ucapnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by virgo

Nadal Mundur dari Piala Davis

Atletico Madrid vs Barcelona: Bisa Apa Simeone?