in

KOI: Indonesia miliki tiga pusat atlet di SEA Games 2019 Filipina

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir mengatakan, Indonesia akan memiliki tiga pusat kegiatan para atlet di SEA Games 2019 yang digelar di Filipina.

“Mau tidak mau harus dibagi tiga karena jarak antartempat penyelenggaraan pertandingan jauh. Jadi basis atlet Indonesia tidak mungkin hanya di Manila,” ujar Erick di Jakarta, Senin.

Atlet-atlet Indonesia akan ditempatkan di sekitar  tiga area utama penyelenggaraan SEA Games 2019 di Filipina yakni Manila, Subic dan Clark.

Menurut Erick, pembagian basis atlet membuat pengeluaran untuk transportasi bisa ditekan.

“Jangan boros-boros. Anggaran Asian Games 2018 saja bisa dihemat Rp2 triliun dari sebelumnya Rp8 triliun,” tutur Erick.

Erick Thohir sendiri mengaku sudah melakukan perjalanan ke lokasi-lokasi itu dan mengakui perjalanan memang jauh. Contohnya, lanjut Erick, perjalanan dari Manila ke Clark memakan waktu kurang lebih tiga jam jika tanpa macet.

Karena atlet dipisah ke tiga tempat, maka para pengurus cabang olahraga diminta untuk tidak terlalu bergantung kepada sosok ketua kontingen (CdM).

“Titik-titik itu jaraknya jauh. Jadi jangan bergantung sama CdM,” tutur Erick.

SEA Games 2019 akan resmi dibuka pada tanggal 30 November 2019 dan ditutup pada 11 Desember 2019.

Pesta olahraga masyarakat ASEAN itu akan mempertandingkan 56 cabang olahraga. Diperkirakan ada 8.750 atlet dari 11 negara yang akan berkompetisi memperebutkan medali emas, perak serta perunggu.

Baca juga: Setidak-tidaknya 11 cabor SEA Games 2019 ditayangkan televisi nasional

Baca juga: Timnas di Tour d’Indonesia bukan tim yang disiapkan ke SEA Games 2019

ITF World Tennis Tour di Jakarta akan jadi pemanasan SEA GAMES 2019

https://video.antaranews.com/clip/2019/06/20190624fmitf-world-tennis-tour-di-jakarta-jadi-pemanasan.mp4

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019


What do you think?

Written by Julliana Elora

Meski menang Ginting belum puas dengan laga pertamanya

Ratusan bidan honorer di OKU pertanyakan SK pengangkatan PTT