Beranda Nasional Komisi IX DPR Prihatin Tenggelamnya Kapal Pengangkut TKI

Komisi IX DPR Prihatin Tenggelamnya Kapal Pengangkut TKI

419
0
BERBAGI

JAKARTA (Berita) Komisi IX DPR RI menyampaikan duka cita sekaligus keprihatinan yang mendalam terkait karamnya kapal pengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di kawasan perairan Johor, Malaysia.

Musibah ini betul-betul sangat disayangkan. Pasalnya, kejadian ini terjadi untuk yang kesekian kalinya.

“Dalam catatan saya, musibah seperti ini sudah sangat sering terjadi. Setiap kejadian, selalu menelan korban yang tidak sedikit,” ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay,Jumat, (27/1), di Jakarta.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatra Utara II ini merinci sejak September 2015, peristiwa karamnya kapal pengangkut TKI menelan korban 164 jiwa. Secara berurut, kapal pengangkut TKI yang tenggelam di kawasan perairan Johor terjadi pada September 2015 dengan korban jiwa 64 orang, Januari 2016 dengan korban jiwa 18 orang, Juni 2016 dengan korban jiwa 12 orang, November 2016 dengan korban jiwa 54 orang, dan Januari 2017 dengan korban tewas sementara 16 dan dinyatakan masih hilang 16 orang.

Menurut salah rentetan peristiwa itu menggambarkan bahwa pemerintah, khususnya Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, ( BNP2TKI) , belum melakukan langkah-langkah antisipatif.

Sejauh ini, lanjut Saleh, BNP2TKI terkesan hanya melakukan langkah antisipasi melalui sosialisasi dan himbauan. Sementara ada banyak TKI yang bermasalah dari sisi keimigrasian yang ingin pulang melalui pelabuhan-pelabuhan tikus.

“Kalau memang ada keseriusan, tidak salah jika BNP2TKI melacak langsung keberadaan mereka ke Johor. Di sana katanya ada penampungannya. Kalau bertemu secara langsung, saya kira bisa difasilitasi kepulangan mereka secara benar”, tukasnya.

Komisi IX , tambah Saleh, tentu mempunyai perhatian khusus terkait masalah ini. Dalam rapat kerja Komisi IX yang akan dijadwalkan minggu depan, kinerja BNP2TKI terkait persoalan ini akan menjadi sorotan khusus. Termasuk langkah-langkah penanganan terhadap korban dan keluarganya.

” Kita perlu mendapat kepastian bahwa musibah seperti ini tidak terjadi lagI,” pungkas Saleh Partaonan Daulay, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional ( FPAN) ini.,(aya)