in

LLDIKTI Wilayah X Fasilitasi Sosialisasi Akreditasi Prodi LAM Teknik

LLDIKTI Wilayah X bekerja sama dengan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Teknik menyelenggarakan sosialisasi kebijakan akreditasi program studi di aula lantai 3, Rabu (15/3/2023) yang dihadiri sebanyak 95 orang peserta dari 44 PTS perwakilan program studi maupun pimpinan PTS.

Kepala LLDIKTI Wilayah X Afdalisma pada sambutannya mengatakan kegiatan sosialisasi kebijakan akreditasi program studi LAM Teknik ini erat kaitannya dengan tugas LLDIKTI dalam melaksanakan fasilitasi peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi. Dalam hal ini adalah memfasilitasi kesiapan perguruan tinggi dalam penjaminan mutu eksternal serta bagaimana implementasi dari Permendikbud Nomor 5 Tahun 2020 tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi.

Sebelumnya kata Afdalisma, LLDIKTI Wilayah X sudah melaksanakan Sosialisasi LAM EMBA pada tanggal 30 Januari 2023 yang lalu. LLDIKTI Wilayah X juga akan melaksanakan kegiatan yang sama untuk lembaga akreditasi mandiri ainnya, seperti LAM Kependidikan, LAM Sains Alam dan Ilmu Formal, dan LAM Infokom.

“Akreditasi program studi sangatlah penting. Masyarakat juga melihat akreditasi sebagai gambaran mutu dari perguruan tinggi. Selain menjamin keberlangsungan program studi, program studi yang tidak terakreditasi akan mendapatkan sanksi berupa gelar akademik, gelar vokasi, dan gelar profesi dinyatakan tidak sah dan dicabut oleh Kemendikbudristek,” ucap Kepala LLDIKTI Wilayah X.

Afdalisma menegaskan bahwa akreditasi prodi harus terus ditingkatkan sampai pada peringkat unggul. Tentunya dengan barometer yang juga harus ditingkatkan, misalnya peningkatan rasio dosen yang memiliki kualifikasi S-3, jabatan akademik lektor kepala hingga guru besar.

“Dorong dosen untuk studi lanjut dan tingkatkan jabatan akademik sampai guru besar. Ini menjadi poin penting untuk mendongkrak peringkat akreditasi dan meningkatkan minat masyarakat masuk perguruan tinggi,” kata Afdalisma.

Sebagai gambaran, di lingkungan LLDIKTI Wilayah X berdasarkan data per Maret 2023 Prodi cakupan LAM Teknik berjumlah sebanyak 129. 1 Prodi terakreditasi Unggul, 5 Prodi terakreditasi A, 2 Prodi terakreditasi Baik Sekali, 64 Prodi terakreditasi B, dan sisanya merupakan Prodi yang kedaluwarsa, belum mempunyai peringkat, dan tidak terakreditasi.

“Inilah yang ingin kami dorong secara intensif sehingga memperoleh hasil yang optimal. Tidak ada lagi Prodi yang tidak terakreditasi dan bertambahnya peringkat akreditasi unggul di LLDIKTI Wilayah X, ujar Afdalisma di akhir sambutannya.

Sementara itu, Ketua Komite Evaluasi dan Akreditasi LAM Teknik Prof. Dr. Ing. Ir. Nasruddin, M.Eng menjelaskan bahwa akreditasi juga memiliki peran dalam membantu perguruan tinggi menyipakan lulusan sesuai kebutuhan kerja.

“Mutu lulusan itu sangat penting sehingga mereka mampu bekerja dengan baik pada bidangnya. Salah satu pembeda lulusan Prodi teknik dengan yang lain adalah harus bisa disain dan mata kuliah basic science (ilmu alam dan matematika). Mata kuliah itu harus ada di kurikulum dan lulusan teknik harus menguasai hal tersebut,” kata Prof. Nasruddin.

Lebih lanjut Guru Besar Teknik Mesin Universitas Indonesia itu menginginkan, semua Prodi pada bidang teknik harus mampu melewati batas minimum penilaian sehinga bisa terakreditasi. Untuk itu, Prodi harus memiliki penjaminan mutu internal karena merekalah yang mengawal proses mutu secara mendetil setiap tahunnya. Misalnya, jumlah dosen minimal Prodi, dosen dengan kualifikasi S-3, dan jabatan akademik dosen. Kualitas dosen itu menjadi poin penting, karena ini tidak instan.

“Kami siap bekerja sama dengan LLDIKTI Wilayah X. LAM Teknik membuka peluang proses pendampingan kepada PTS sesuai kebutuhan Prodi dalam proses akreditasi,” tutup Prof. Nasruddin.

Turut hadir sebagai narasumber, yaitu Prof. Dr. Ing Mulyadi Bur yang memaparkan tentang Petikan Pengalaman LKPS Teknik, Ir. Subagyo, Ph.D, IPU, ASEAN. Eng dengan judul materi Petikan Pengalaman LED Akademik, dan Dr. Ing. Ahmad Taqwa, MT dengan judul materi Petikan Pengalaman LKPS dan LED Vokasi. (*)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Rizal Djibran Lapor Balik Istri, Atas rusaknya Nama Baik Pasal KDRT Yang Terjadi Di Rumah Tangganya

UPTD SMP Negeri 1 Kecamatan Payakumbuh, Mengapa Kurikulum Perlu Berubah?