in

Mengungkap Sisi Romantisme Kehidupan Nabi

Sebagai utusan Allah, Rasulullah SAW merupakan sosok yang dikaruniai budi pekerti mulia sehingga beliau termasuk sosok yang seharusnya diteladani oleh seluruh umat Islam di berbagai belahan dunia. Banyak hal-hal berkaitan dengan kehidupan beliau yang dapat kita pelajari untuk kemudian dicontoh dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah tentang romantisnya beliau saat tengah bersama keluarga tercinta.

Misalnya, saat Rasulullah tengah beristirahat, beliau pernah tiduran di atas pangkuan Aisyah, salah satu istri tercinta. Jadi ceritanya, pada suatu hari beliau bersama para sahabatnya sedang melakukan perjalanan. Dalam perjalanan itu beliau mengajak serta Aisyah. Namun ketika mereka sampai di Al-Baidha’, suatu tempat antara Madinah dan Khaibar, kalung milik Aisyah putus dan hilang.

Mereka pun berhenti untuk melakukan pencarian kalung milik Aisyah. Namun, setelah melakukan pencarian, kalung tersebut tak kunjung ditemukan, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak. Pada saat sedang istirahat itulah, Rasulullah SAW tidur di atas pangkuan istri tercintanya. Singkat cerita, kalung tersebut akhirnya berhasil ditemukan di atas unta yang diduduki oleh Aisyah (hal 104).

Selain dikenal romantis saat bersama istri, Rasulullah SAW juga merupakan pribadi yang sangat mencintai putrinya yang bernama Fathimah. Dikisahkan, pada saat itu Fathimah telah menikah dengan Ali ibn Abi Thalib. Suatu hari, Rasulullah merasa sangat rindu dengan Fathimah dan Ali, suaminya. Untuk menuntaskan rasa rindu kepada mereka berdua, beliau lantas berkunjung ke rumah mereka.

Namun, setiba di sana, beliau hanya menjumpai Fathimah seorang diri tanpa ditemani sang suami tercinta. Beliau pun bertanya, “Wahai putriku, di mana suamimu?” Lantas, Fathimah pun menceritakan kejadian yang baru ia alami bersama suaminya. Ternyata, mereka berdua sedang kurang harmonis. Ada sebuah perselisihan kecil yang membuat Ali pergi dari rumah.

Rasulullah lantas menyuruh seseorang untuk mencari keberadaan Ali. Tak lama kemudian, Ali berhasil ditemukan sedang tidur di sebuah masjid. Rasulullah lantas berinisiatif mendatangi masjid untuk bertemu dengan menantu yang beliau sayangi sebagaimana beliau menyayangi putrinya. Sesampainya di masjid, beliau membangunkan Ali dengan lirih dan penuh kasih. Betapa terkejutnya Ali saat menyadari kehadiran mertuanya. Ali pun lekas bangun dan memeluk Rasulullah. Akhirnya mereka berdua pun kembali ke rumah Fathimah. Akhirnya, Fathimah dan Ali pun kembali akur seperti sediakala (hal 128).

Penyayang Cucu Rasulullah SAW benar-benar sosok panutan dalam segala lini kehidupan. Dalam hal mengasihi dan menyayangi, ternyata beliau tidak hanya mempraktikkannya terhadap istri, anak, menantu dan para sahabatnya, tetapi juga terhadap cucu-cucu beliau bahkan terhadap semua orang tanpa pandang bulu.

Dalam buku ini dikisahkan, cara Rasulullah menyayangi salah satu cucunya yang bernama Al-Hasan ibn Ali. Cerita bermula ketika suatu hari, beliau sedang berkumpul dengan para sahabat di Masjid Nabawi. Tak lama kemudian, Hasan mendekati beliau. Begitu melihat cucu tercinta mendekat, beliau segera menjemputnya dan lantas menciumnya dengan penuh cinta dan kasih.

Salah satu sahabat beliau yang bernama Al-Aqra sampai terpana dan memandangi perilaku beliau terhadap cucunya. “Wahai Rasul, saya punya anak sepuluh, tapi saya sekalipun tak pernah mencium mereka,” ujar Al-Aqra dengan suara lirih karena merasa malu dengan dirinya sendiri yang tak pernah berperilaku manis seperti Rasulullah SAW. Saat mendegar ucapan Al-Aqra, beliau lantas berkata, “Wahai sahabatku, barang siapa tidak mengasihi, dia tidak akan dikasihi” (hal 130).

Melalui buku ini, penulis berupaya mengumpulkan kisah-kisah menawan dan penuh keteladanan perihal kehidupan Rasulullah SAW yang diwarnai romantisme beserta keluarga terkasih dan juga para sahabatnya. (*)
 
*Penulis lepas, mukim
di Kebumen.

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by Julliana Elora

Terapkan Konsep Hijrah pada Anak

Kualitas Penyelesaian Kasus Korupsi jadi PR