in

Menhub Pastikan Proyek Bandara dan Pelabuhan di Labuan Bajo Tetap Berjalan

Proses penataan Labuhan Bajo oleh Kementerian PUPR. (Foto: Kementerian PUPR).

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi memastikan proyek pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi di Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap berjalan meski di tengah pandemi Covid-19.

“Hari ini saya meninjau beberapa proyek pembangunan dan pengembangan Bandara Komodo, Pelabuhan Multipurpose dan Pelabuhan Labuan Bajo untuk memastikan proyek tetap berjalan, namun dalam pelaksanaannya harus mematuhi protokol kesehatan,” ujar Menhub saat melakukan kunjungan kerja ke Labuan Bajo, Provinsi NTT, Sabtu (19/9).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur khususnya dalam sektor transportasi harus dilanjutkan karena dapat membantu percepatan ekonomi nasional dengan menciptakan lapangan kerja baru hingga membuka konektivitas antar wilayah. Ia menambahkan bahwa Labuan Bajo merupakan salah satu kawasan wisata super prioritas yang dapat menarik banyak wisatawan lokal dan mancanegara pada masa yang akan datang.

“Pembangunan ini perlu dilanjutkan meski di tengah pandemi agar dapat membantu membangkitkan perekonomian nasional dengan konektivitas yang semakin terbuka. Sehingga kawasan wisata super prioritas seperti Labuan Bajo, Mandalika dan lainnya bisa semakin menarik wisatawan lokal hingga mancanegara,” jelas Menhub Budi.

Menhub menambahkan, proyek pembangunan bandara dan pelabuhan ini juga sejalan dengan program padat karya yang dapat menyerap tenaga kerja dari daerah.

Selain itu, Menhub sampaikan proyek pembangunan bandara dan pelabuhan Labuan Bajo sudah dikoordinasikan dengan Kementerian/Lembaga terkait seperti Kementerian PUPR, Kemenpar, dan Pemerintah Daerah terkait dengan kesiapan konektivitas antara simpul transportasi dengan area pariwisata.

Dalam tinjauannya di Bandara Komodo, Menhub mengecek seluruh area dari mulai keberangkatan, kedatangan, ruang tunggu, hingga runway. Adapun progres pengembangan Bandara Komodo saat ini yang dilakukan oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) yaitu pemotongan bukit, pembebasan lahan yang sudah mencapai tahap akhir serta perpanjangan runway 200 x 45 M dari semula 2.250 M akan menjadi 2.750 M.

Begitupun dengan Pelabuhan Multipurpose yang dibangun untuk melayani kapal curah air dan petikemas dengan bobot 5000-10.000 DWT dengan luas pelabuhan lebih dari 6 hektare, dirinya mengecek ke seluruh area pembangunan.

Lebih lanjut, Menhub menyatakan bahwa pelabuhan ini dibangun untuk mengoptimalkan pergerakan logistik di Labuan Bajo sehingga pendistribusiannya bisa berjalan lebih cepat dan lancar. Selain itu juga Menhub Berharap pembangunan tersebut dapat dipercepat sehingga selesai tepat waktu.

“Meski di tengah pandemi saya harap pembangunan pelabuhan multipurpose di Wae Kelambu dapat tetap berjalan agar pendistribusian logistik segara berjalan lebih cepat dan lancar. Namun tidak henti-hentinya saya meminta agar mengutamakan protokol kesehatan dalam proses pembangunan di masa pandemi ini,” tuturnya.

Saat ini progres rincian pekerjaan pembangunan Terminal Multipurpose Wae Kelambu per 13 September 2020 yaitu; Pekerjaan persiapan, peekerjaan causeway, pekerjaan trestle, pekerjaan dermaga dan penerapan sistem manajemen keselamatan konstruksi.

Proyek terakhir yang dikunjungi Menhub Budi ialah Pelabuhan Labuan Bajo yang akan direvitalisasi dan dikhususkan bagi kapal-kapal wisata dan kapal penumpang.

“Harapannya dengan mempercepat pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi di Labuan bajo dapat menggerakkan roda perekonomian nasional. Selain itu juga saya menekankan kepada seluruh simpul transportasi yang ada di Labuan Bajo untuk memperhatikan protokol kesehatan,” tandas Menhub Budi. (Kemenhub/EN)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Audy Joinaldy Kirimkan Tagana Kota Solok Baju Hazmat

Ciri-Ciri Zaman Paleolitikum