in

Optimis Raih WTP ke-10, Padang Panjang Peringkat Kedua TLRHP Sumbar


PDG PANJANG, METRO–Pemerintah Kota Pa­dang Panjang mencatat capaian membanggakan dalam pengelolaan keuangan daerah dengan menempati peringkat kedua tertinggi di Sumatera Barat dalam Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Berdasarkan data Semester II Tahun 2025, Pa­dang Panjang meraih persentase TLRHP 84,56 persen. Capaian ini diumumkan dalam kegiatan penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 (unaudited) di Kantor BPK RI Perwakilan Sumatera Barat, Kamis (26/3).


Posisi pertama diraih Kabupaten Tanah Datar dengan 89,19 persen, diikuti Kota Padang Panjang (84,56 persen), Kota Payakumbuh (82,50 persen), Kabupaten Dharmasraya (79,52 persen), dan Kita Sawahlunto (79,01 persen).

Kepala BPK Sumbar yang diwakili Kepala Bi­dang Pemeriksaan, Roni Altur menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah daerah dalam menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan ke­se­riusan Pemerintah Daerah dalam memperbaiki tata kelola keuangan secara berkelanjutan serta menjaga prinsip akuntabilitas dan transparansi.

Sementara itu, Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis menegaskan pe­nyerahan LKPD 2025 merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam mewujudkan tata kelola ke­uangan yang baik. “Ke­uangan daerah adalah faktor kunci dalam pembangunan berkelanjutan. Tran­spa­ransi bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban kepada ma­sya­rakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pro­ses audit oleh BPK menjadi instrumen penting dalam membangun kepercayaan publik. Karena itu, Pemko siap menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang di­be­rikan guna meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah.

Hendri juga mengapresiasi kerja keras seluruh tim penyusun laporan, mulai dari perangkat daerah, BPKD, Inspektorat, hingga pihak terkait lainnya.

Dengan diserahkannya LKPD tersebut, BPK akan melakukan audit terperinci selama 40 hari kerja. Pemko Padang Panjang pun optimis kembali me­raih opini Wajar Tanpa Pe­ngecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2025.

Jika tercapai, capaian ter­sebut akan menjadi WTP ke-10 secara berturut-turut, sekaligus menegaskan konsistensi Padang Panjang dalam menjaga tata kelola keuangan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Keberhasilan ini diharapkan tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. (rmd)


What do you think?

Written by virgo

Seskab Teddy: Bazar Rakyat Hidupkan Ekonomi UMKM, Tebar Kebahagiaan Lebaran