in

Pacific Caesar Targetkan Final IBL

JAKARTA – Pacific Caesar Surabaya menargetkan tampil di final Liga Bola Basket Indonesia (IBL) Pertalite  musim 2017-2018, setelah musim sebelumnya sukses melaju ke babak playoff.

“Target kami minimal masuk final,” ujar Manajer Pacific Caesar Surabaya, Irsan Pribadi Susanto ketika ditemui di Jakarta, Kamis (2/11).

Irsan mengatakan, selaku manajer dirinya yakin dengan kekuatan tim saat ini yang dinilainya semakin berkembang dibandingkan IBL 2017. Ketika itu, kata dia, Pacific Caesar yang didominasi pemain muda masih dalam tahap menyesuaikan diri.

“Kualitas pemain pada umumnya meningkat dan di musim ini kami mendapatkan dua pemain asing yang bagus. Jadi saya rasa kami bisa bersaing,” kata Irsan.

Menuju IBL Pertalite 2017-2018 yang mulai bergulir 8 Desember 2017, Pacific Caesar Surabaya melakukan beberapa perubahan di dalam tim. Posisi pelatih, yang sebelumnya diisi Bisih yang membawa Pacific Caesar ke playoff IBL untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub, saat ini dijabat oleh Kencana Wukir. Kencana sendiri sebelumnya melatih tim Divisi Satu Jawa Timur.

Kemudian, Pacific memutuskan tidak memperpanjang kontrak tiga pemainnya yaitu point guard Reiner Hutasoit serta dua center, Dian Heryadi dan Donny Ristanto.

Sementara dua pemain asing Pacific Caesar yang dipilih dari draft IBL yakni guard David Seagers, yang sudah memperkuat Pacific di IBL 2017, dan forward Kavon Lytch. Adapun David sudah tiba di Indonesia sejak Rabu (1/11), tetapi Kavon baru datang pada Minggu (5/11). “Kavon sudah izin, dia masih ada urusan keluarga,” kata Irsan.

Dalam kesempatan serupa, David Seagers juga mengungkapkan keinginannya untuk menjadi juara IBL 2017-2018 bersama Pasific Caesar. “Juara memang tujuan saya bertanding,” kata David.

Sementara itu, tim-tim IBL Pertalite 2017-2018 mengapresiasi program pemeriksaan kesehatan (medical check up) yang digelar oleh pihak IBL bekerja sama dengan Royal Sports Medicine Centre (RSMC) RS Royal Progress, Jakarta, Kamis.

Wakil Direktur Utama PT Indonesia Indonesia Sport Venture, perusahaan penaung klub Satria Muda Pertamina, Rony Gunawan menganggap pemeriksaan kesehatan itu positif karena tim bisa mengetahui riwayat cedera atlet. “Kegiatan medical check up ini sangat positif, apalagi ini belum dilakukan kepada pemain asing di IBL musim lalu. Dari sini klub bisa mengetahui apakah pemain asing itu sedang bermasalah dengan kesehatannya atau tidak,” ujar Rony di Royal Sports Medicine Centre (RSMC) RS Royal Progress, Jakarta, Kamis.

Selain itu, lanjut Rony, dari pemeriksaan juga bisa diketahui apakah pemain impor “small man” melebihi batas tinggi badan yang ditetapkan IBL atau tidak. IBL sendiri mengatur bahwa pebola basket impor bertipe “small man” harus bertinggi badan maksimal 188 centimeter. Ion/Ant/S-2

What do you think?

Written by Julliana Elora

PLN peroleh pinjaman investasi Rp16,3 triliun

6 Alasan Mengapa Hidup di Desa Lebih Menyenangkan