in

Pada Akhirnya Kita Harus Menyadari Bahwa Dia Dihadirkan Bukan Untuk Dimiliki, Melainkan Mengajarkan Tak Mudah Menjaga Atau Melupakan Sebuah Hati

Perjuangan yang kita lewati ini adalah tentang sebuah perjalanan yang harus kita lewati fase demi fasenya. Datang dan pergi, bertemu dan kelak akan ada yang pergi, dan berbagai hal lainnya yang memang sudah menjadi kepastian untuk kita jalani. Hanya saja kita sendiri sebagai mahluk biasa takkan pernah mengerti apa yang akan kita hadapi di masa depan sehingga entah bagaimanapun akhirnya kita harus sekuat tenaga untuk mengusahakan apa yang kita anggap sebagai sesuatu yang bisa mewujudkan kebahagiaan. Termasuk harus bersiap untuk bahagia dan juga menerima pahitnya kenyataan bahwa kita harus terluka. Kita semua tahu bahwa dalam perjalanan ketika kita singgah maka pada waktunya kita juga akan pergi menuju tujuan kita. Tak lebih merehatkan raga sejenak untuk kembali bisa menuju pada tempat pelabuhan yang pasti. Begitu juga dengan sebuah hati tak langsung dipertemukan untuk kelak bisa saling mencintai, bahwa semuanya adalah sebuah proses yang memang harus masing-masing kita lewati untuk menghadirkan bahagia dalam hati.

Bukan Tentang Bagaimana Berhasil Memiliki, Namun Bagaimana Kita Bertahan dengan Rasa yang Sama dengan Sebuah Hati

Sebuah hati juga akan begitu adanya singgah kemudian kembali berjalan dan meninggalkan pergi hingga menemukan pelabuhan hati yang sesungguhnya. Maka dari itu mungkin beberapa diantara kita tak langsung dipertemukan dengan pasangan hidup yang sebenarnya. Melainkan tentang bagaimana ada beberapa sosok yang Tuhan hadirkan untuk bisa memberikan pencerahan bahwa menjaga ataupun melupakan sebuah hati adalah bukan suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Kita dipertemukan dengan beberapa sosok bukan menjadi pendamping hidup seperti apa yang kita inginkan melainkan mereka memberikan pelajaran hidup bahwa mencintai tak semudah itu. Semuanya tentang mengajarkan bahwa mempertahankan sebuah hati untuk berada pada tempat dan rasa yang sama adalah bukan soalan yang mudah untuk dilakukan.

Setiap Persinggahan Akan Ditinggalkan Pergi, Begitupun dengan Hati Akan Tetap Melangkah Hingga Menemui Pelabuhan Terakhir Tuk Dicintai

Terlebih lagi ketika kita juga harus menyadari dan bersiap bahwa setelah singgah sebuah hati juga akan pergi meninggalkan ruang sepi ini. Kita harus kembali bersiap dengan kesendirian dan kembali berjalan dengan ketanpaan hingga kelak menemui jalan dan pelabuhan sesungguhnya untuk saling membahagiakan. Begitulah memang, kita diajarkan untuk kuat dan bisa menerima kepergian sosok yang selama ini menghadirkan raganya dalam kehidupan kita. Hal ini membuktikan bahwa sebuah hati yang saling bersama pun belum tentu ditakdirkan untuk sesungguhnya saling memiliki dan bersanding dalam mahligai bahagia. Dari sinilah kita akan belajar bagaimana sebuah hati dikuatkan dengan kehilangan. Bukan karena Tuhan tak menginginkan kita berbahagia namun kita diajarkan akan menghargai kehadiran seseorang dalam kehidupan kita.

Bersedihlah Karena Takkan Ada yang Rela dengan Kehilangan, Namun Jangan Berlarut Hati Ini Juga Butuh Dibahagiakan

Dan memang sekuat apapun kita mempertahankan sebuah hati untuk tetap tinggal bila bukan kita dia ditakdirkan untuk bersama maka takkan ada yang bisa kita lakukan selain ikhlas dan merelakan. Bukan berarti kita enggan untuk memperjuangkan melainkan memang ada hati dan perasaan yang tak bisa kita paksakan. Bukan kebahagiaan yang kita dapatkan melainkan luka yang mengukir sebuah kesakitan. Bersedih memang wajar kita rasakan namun bukan berarti kita harus berlarut pada sudut lara yang sama. Ketika hati yang pernah singgah kini bahagia dengan pilihannya sedangkan kita masih terpuruk pada kenangan lama. Bangkitlah karena sebuah kebahagiaan akan bisa kita dapatkan bila kita kembali melangkah dan menjadikan masa lalu sebagai sebuah kebahagiaan.

BACA JUGA : Mungkin Bukan Sekarang, Namun Hati Ini Juga Kelak Menemui Bahagianya dari Lelah Perjuangan Rasa

Kembali lagi bahwasanya mencintai adalah tentang hati ini harus bersiap dengan kehilangan atau bersiap sekuat tenaga saling membahagiakan. Tentang bagaimana rasa ini bersiap untuk tidak pergi kala ada hati yang juga dengan kesungguhan tulus mencintai. Dan yang terpenting adalah bagaimana kita menghadirkan rasa sesungguhnya untuk saling menjaga dan memiliki agar tak ada hati yang terlukai.

kamu juga bisa menulis karyamu di vebma,dibaca jutaan pengunjung,dan bisa menghasilkan juta rupiah setiap bulannya,

What do you think?

Written by virgo

Mencintai Tak Lebih dari Sebuah Keikhlasan, Pernah Memperjuangkan Sekuat Hati Namun Akhirnya Harus Saling Meninggalkan dan Pergi

Istri Chris Cornell sebut kematian suaminya “tidak bisa dijelaskan”