in

Pegawai PT KAI Sumsel jalani tes narkoba

Palembang (ANTARA Sumsel) – Sebanyak 120 pegawai PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Sumatera Selatan, Selasa melaksanakan tes urine yang digelar oleh Unit Kesehatan Divre III Palembang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumsel.

Sebanyak 120 orang pegawai PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional (PT KAI Divre) III dari unit pengamanan dan unit administrasi itu secara acak diambil sample urinenya, kata Manager Humas PT KAI Divre Sumsel, Aida Suryanti di Palembang.

Ia menjelaskan, kegiatan tes urine para pegawai itu adalah sebagai komitmen PT KAI untuk ikut peduli dan waspada terhadap bahaya penyalahgunaan peredaran narkoba.

Kegiatan ini sudah dua kali dilakukan, sebelumnya dilaksanakan pada masa Angkutan Lebaran 2016, katanya.

Ia mengemukakan, saat itu target sasarannya yaitu kru kereta api (KA), seperti masinis hingga teknisi KA, karena untuk keselamatan penumpang dan perjalanan KA.

Sejauh ini, belum ditemukan pegawai terbukti positif mengkonsumsi zat terlarang tersebut, dan jika ditemukan, maka akan diserahkan kepada bagian SDM untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurut Aida, tes narkoba ini menggunakan enam parameter yaitu memeriksa adanya kandungan morfin, ekstasi, ganja, heroin, kokain dan amfetamin.

Pemeriksaan narkoba ini merupakan konsistensi PT KAI Divre III untuk memberikan rasa aman dan percaya kepada penguna jasa kereta api bahwa SDM yang dimiliki baik itu pegawai operasional maupun administrasi mempunyai kualitas kesehatan prima secara fisik dan mental, serta bebas narkoba sehingga dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Selain itu kegiatan ini selaras dengan sinergi antara PT KAI dan BNN untuk mengimplementasikan pembangunan anti narkoba dan mendukung kegiatan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba, katanya.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2016

What do you think?

Written by virgo

Plt Gubernur Aceh Minta DPRA Jangan Mengganggu Perencanaan yang Disusun Eksekutif

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumsel menurun