in

Pelaku Saksikan Pemadaman Api

Awalnya, hanya dianggap murni kebakaran. Namun siapa sangka musibah terbakarnya Mapolres Dharmasraya, kemarin dini hari (12/11) itu, ternyata disengaja. Parahnya, kedua pelaku sempat menyaksikan proses pemadaman api. Sebelum akhirnya dikepung petugas dan ditembak mati. 

Di tengah kesibukan petugas pemadam kebakaran (damkar) memadamkan api, dua pria tegap menyaksikan hanya beberapa meter dari gedung utama Mapolres Dharmasraya yang terbakar, tepatnya di teras unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Salah seorang di antaranya memakai jaket berwarna loreng, bercelana mirip polisi lengkap dan sepatu PDL, terlihat duduk di teras PPA. Sedangkan satunya lagi, memakai baju hitam.

Awalnya tak ada yang mempedulikan keberadaan keduanya, termasuk petugas damkar. Malahan, petugas damkar menyangka keduanya petugas yang turut memadamkan api. “Saya beranggapan yang bersangkutan adalah orang yang turut membantu memadamkan api,” ujar Romi Sari, salah seorang pertugas damkar Pemkab Dharmasraya.

Namun, tak beberapa lama, semuanya berubah. Salah seorang di antaranya berteriak, “Mana Brimob, tembak saya,” ucap Romi menirukan teriakan salah seorang pria tadi yang belakangan diduga sebagai pelaku pembakaran. 

Tak sampai di situ. Pria berpakaian loreng tadi, lebih nekat lagi. Dia malah berupaya mengancam sopir damkar yang baru saja datang untuk tidak memadamkan api. “Kami sempat dapat ancaman dari salah seorang pelaku dan melarang upaya pemadaman,” ujar Mujid, petugas damkar lainnya.

Mendapat ancaman itu, Mujid mengabaikannya. Dia pun bergegas menutup pintu mobil damkar dan terus memadamkan api. “Lalu, terduga pelaku menggunakan busur panah yang siap dilesatkan, sambil menggedor pintu truk. Saya dengan sigap menutup pintu dan menaikan kaca mobil. Kita bekerja di bawah ancaman panah,” ucapnya sambil menyebut pelaku tutup muka.

Bripka Firman, anggota Satreskrim berjalan menuju ruang PPA yang berjarak sekitar 50 meter dari gedung ruang utama, usai menyelamatkan arsip di ruang Reskrim. Awalnya dia juga tak mengira dua pria di teras PPA adalah pelaku pembakaran. 

“Saat jarak sudah dekat atau sekitar 20 meter, terduga pelaku langsung berteriak mengucapkan kata-kata thogut, thogut berulang kali. Waktu itu, dia langsung mengarahkan anak panahnya dan  mengenai rusuk bagian kanan saya. Namun karena pakai jaket, anak panah dari kayu itu tak meninggalkan luka,” ujar dia.

Sadar nyawanya terancam, Bripka Firman memilih berlari sejauh mungkin. “Terduga kembali memanah saya, namun anak panah itu meleset dan tidak kena. Namun, kena kaca mobil dan meninggalkan lobang,” kata dia.

Usai diserang itulah, barulah Bripka Firman sadar bahwa yang dihadapinya itu pelaku pembakaran. Tak lama, kedua pelaku dikepung petugas kepolisian, sebelum akhirnya dilumpuhkan dengan senjata api. “Kami sudah mengeluarkan tembakan peringatan ke udara, tapi pelaku melawan. Akhirnya, mereka dilumpuhkan dengan senjata api,” urai Firman.   

Pantauan Padang  Ekspres di lapangan, seluruh bangunan utama Mapolres hanya menyisakan dinding yang terbuat dari bata. Sementara di teras ruang PPA, terlihat ceceran darah terduga pelaku. 

Terbakarnya Mapolres Dharmasraya ini juga mengejutkan keluarga tahanan dan warga yang ingin melapor. Joni, 32, salah seorang keluarga tahanan yang ditemui di kompleks Mapolres, mengaku sempat waswas. “Semula saya sempat stres memikirkan nasib keluarga saya, apakah dia ikut terbakar dalam peristiwa tersebut. Alhamdulillah, petugas menyampaikan kepada saya bahwa semua tahanan sudah dievakuasi,” ujar Joni.

Maryanti, 39, warga Pulaupunjung yang ingin membuat laporan terhadap dugaan perbuatan tidak menyenangkan, juga terkejut. “Saya tidak tahu jika Polres terbakar seperti ini. Saya kaget dan tidak menyangka kalau kantor polisi jadi begini. Biarlah kasus ini saya laporkan saja ke Polsek Pulaupunjung saja,” ucapnya. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by Julliana Elora

Parkir Liar Semakin Marak

Beli Avanza, Gratis sampai 3 Kali Angsuran