in

Pemkot Palembang galakkan kampanye makan ikan

Palembang (ANTARA) – Pemerintah Kota Palembang terus berupaya menggalakkan kampanye makan ikan meski tingkat konsumsi ikan warga di Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan itu sudah cukup tinggi sekitar 40 kilogram per kapita per tahun.

“Program gemar makan ikan perlu lebih digalakkan untuk menjaga tingkat konsumsi ikan di Bumi Sriwijaya ini tetap tinggi,” kata Sekda Palembang, Ratu Dewa di Palembang, Kamis.

Menurut dia, capaian tingkat konsumsi ikan yang sudah baik sekarang ini diharapkan menjadi pendorong jajaran Dinas Perikanan lebih semangat menjalankan program gemar makan ikan.

Kegiatan kampanye tersebut penting dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada warga kota mengenai kandungan nutrisi ikan dan manfaat makan ikan yang kaya protein dan mineral bagi kesehatan.

“Asam lemak omega tiga dalam minyak ikan baik untuk mengurangi depresi dan kecemasan, berdasarkan hasil penelitian para ahli dijelaskan bahwa masyarakat yang mengkonsumsi banyak ikan memiliki tingkat depresi yang lebih rendah,” ujarnya.

Selain menggalakkan kampanye makan ikan, pihaknya juga berupaya meningkatkan produksi ikan untuk mengimbangi tingginya konsumsi ikan.

Meningkatnya produksi ikan mendorong tersedianya ikan di pasaran dalam jumlah cukup sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Peningkatan konsumsi jika tidak diimbangi dengan peningkatan produksi dapat menimbulkan masalah karena harganya akan mengalami kenaikan yang tinggi dan mengakibatkan warga mengurangi makan ikan, kata Sekda.

Sementara Direktur Logistik KKP, Innes Rahmania ketika meninjau kesiapan peresmian pasar ikan modern Palembang, Kamis, mengatakan pihaknya mendorong pemerintah daerah melakukan sosialisasi gerakan gemar makan ikan (Gemari).

Direktur Logistik KKP, Innes Rahmania menjelaskan beberapa waktu lalu dia melakukan kegiatan sosialisasi Gemari bersama anggota DPR RI Komisi IV asal Sumsel, Reni Astuti.

Kegiatan sosialisasi gerakan gemar makan ikan dilakukan di dua daerah Sumatera Selatan yakni Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Musi Banyuasin.

Kegiatan sosialisasi itu dilakukan untuk mengedukasi dan mendorong masyarakat gemar memakan ikan karena manfaatnya sangat besar bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Ikan merupakan jenis makanan sehat yang rendah lemak jenuh, tinggi protein, kaya vitamin, mineral, dan nutrisi yang dibutuhkan agar tubuh tetap sehat, serta sumber penting asam lemak omega tiga.

Asam lemak omega tiga dalam minyak ikan baik untuk mengurangi depresi dan kecemasan, berdasarkan hasil penelitian para ahli dijelaskan bahwa masyarakat yang mengkonsumsi banyak ikan memiliki tingkat depresi yang lebih rendah.

Kandungan gizi pada ikan tersebut dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak dan meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Menghadapi kondisi pandemi COVID-19, masyarakat sangat baik banyak mengonsumsi ikan karena dengan daya tahan tubuh yang kuat bisa mencegah terpapar dari virus Corona, kata Innes.

What do you think?

Written by Julliana Elora

Emas melambung 50,6 dolar, “greenback” melemah jelang kemenangan Joe Biden

Tujuh Kali Cabuli Remaja Pria, Kakek di Palembang Ditangkap