in

Pemprov Sumsel dorong Gerakan Mandiri Pangan ke kabupaten/kota

Palembang (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendorong Gerakan Mandiri Pangan berjalan secara optimal di tingkat kabupaten/kota agar  masyarakat dapat mewujudkan ketahanan pangan keluarga.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Keuangan Pemprov Sumsel Ekowati Retnaningsih di Palembang, Kamis, mengatakan, kemampuan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi keluarga itu melalui pengembangan ketersediaan, distribusi, dan konsumsi pangan dengan memanfaatkan sumber daya setempat secara berkelanjutan.

Kemandirian pangan Sumsel dimulai dari kemandirian pangan tingkat rumah tangga, yang sasarannya adalah rumah tangga non miskin dan rumah tangga miskin.

“Dalam gerakan ini penting adanya perubahan pola pikir masyarakat, yakni bagaimana yang semula adalah konsumen (pembeli) kemudian menjadi produsen (penghasil),” kata dia.

Pemanfaatan pekarangan bisa diwujudkan dengan budidaya tanaman sayur, cabai, rempah-rempah di lahan pekarangan atau menggunakan pot.

Budidaya ikan dengan  mengunakan kolam terpal, drum, tong, atau kolam tanah. Budidaya ayam kampung petelur maupun untuk dimanfaatkan dagingnya.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (Tim Penggerak PKK) Sumsel Febrita Lustia mengatakan pihaknya berperan aktif dalam menyosialisasikan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan ini.

Program Sumsel Mandiri Pangan ini sebagian sudah ada dalam 10 program pokok PKK yang tertuang dalam pokja-pokja, diantaranya Hatinya PKK.

Ia  berharap keluarga bisa memanfaatkan lahan serta pekarangan rumah, misalkan untuk tanaman sayuran atau obat, dan budidaya ternak. Kendati demikian harus disesuaikan dengan situasi dan keunggulan yang ada di wilayahnya.

Bisa saja ada satu daerah yang wilayahnya cocok untuk tanaman cabai, sementara yang lain kondisinya sesuai untuk pengembangan ternak ikan lele. Jadi tak bisa disamakan antara yang satu dengan lainnya. Kembangkan sesuai potensi masing-masing, kata dia.

Kemandirian pangan ini pada akhirnya bisa membantu meningkatkan perekonomian keluarga dan pemulihan ekonomi, yang selama pandemi sempat terpuruk kemudian dapat bangkit kembali.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mengalokasikan lahan seluas 1,2 juta hektare (ha) untuk program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan yang melibatkan masyarakat setempat.

Bupati Banyuasin Askolani mengatakan program ini mengajak masyarakat memanfaatkan lahan perkarangan untuk ditanami sayur mayur, buah-buahan dan tanaman obat-obatan sehingga setiap keluarga diharapkan dapat menyediakan sendiri kebutuhan pangannya.

“Sejauh ini dari 1,2 juta Ha sudah ada 240.000 Ha yang sudah ditanami yang tersebar di 21 Kecamatan,” kata Askolani saat memberikan sosialisasi Gerakan Sumsel Mandiri Pangan di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Banyuasin.

Ia mengatakan program kemadirian pangan ini sebenarnya sudah dilakukan Pemkab Banyuasin sejak 2020 dalam Gerakan Tanam Sayur (Gertas).

Tak hanya itu, Banyuasin juga memiliki Gerakan Memelihara Ternak Unggas (Gemar Tugas), Gerakan Pengembangan Perikanan Rakyat (Gerbang Perak) Gerakan Pengembangan Tanaman Obat, Rempah dan Umbi-umbian (Gerbang Tobaru) dan Gerakan Tanam Buah (Pulauan Bueh).

 

What do you think?

Written by Julliana Elora

Pemerintah tunggu kepastian NPC soal tuan rumah ASEAN Para Games

Bangkitkan Potensi Wisata Pangian, Dinas Pariwisata Sumbar Gelar Iven Pesona Ngalau Pangian