in

Penobatan Duo Rajo dan Niniak Mamak, Dihadiri Rajo Pagaruyuang dan Rajo Negeri Sembilan

ARAK-ARAKAN: Bundo Kanduang dan masyarakat nagari saat membawa jamuan makan
pada Baralek Gadang Penobatan Duo Rajo dan Niniak Mamak Nagari Maek, Sabtu (9/11).(FOTO FAKHRUROZI FOR PADAK)

Dari Penobatan Duo Rajo dan Niniak Mamak di Maek Dihadiri Rajo Pagaruyuang dan Rajo Negeri Sembilan Nagari Maek, Kecamatan Bukik Barisan, Limapuluh Kota Baralek Gadang, penobatan Rajo Adat dan Rajo Ibadat serta 26 orang niniak mamak.

Pesta akbar Nagari Maek ini, bahkan dihadiri Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo, Rajo Pagaruyuang hingga Raja dari Negeri Sembilan Malaysia.

BUNDO kanduang, niniak mamak hinga dubalang, terlihat semarak, memakai pakaian kebesarannya masing-masing, masyarakat tumpah ruah, karpet Merah nampak terbentang menuju Balai Batu, tempat Rajo Adat dan Rajo Ibadat di nobatkan.

Penobatan Rajo Nan Baduo, Rajo Adat dan Rajo Ibadat mengawali prosesi Baralek Gadang di Nagari Maek, Kecamatan Bukik Barisan. Ribuan warga sejenak meninggalkan aktivitasnya untuk memeriahkan acara Batagak Pangulu di Balai Batu, Jorong Koto Gadang dan Balai Adat Bungo Tanjuang, Sabtu (9/12).

Suka cita masyarakat Maek semakin lengkap tatkala, Pemerintah Provinsi maupun kabupaten turut memberikan atensi dengan kehadiran langsung Gubernur Mahyeldi dan Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo dalam acara yang kental dengan budaya Minangkabau tersebut.

Lebih spesial, alek tersebut juga dihadiri  Rajo Negeri Sembilan Malaysia, Tampuak Tangkai Rajo Alam Pagaruyuang, Rajo Ibadat Sumpur Kudus, Rajo Adat Buo, Inyiak Majo Lelo dan Rajo Pulau Punjuang.

Nagari yang berada di aliran Batang Maek dan tempat keberadaan situs peninggalan zaman Megalitikum tersebut, menobatkan Rapinus sebagai Datuak Rajo Bandaro sebagai Rajo Adat dan Rusanto Datuak Rajo Dirajo sebagai Rajo Ibadat.

Gubernur Mahyeldi mengatakan, memiliki gelar adat yang disebut Pangulu bukanlah hal yang mudah, karena banyak hal yang harus dijaga dan ditindaklanjuti serta harus memahami norma adat dan agama. Menjadi Datuak atau Penghulu.

Artinya harus siap memikul tanggung jawab besar menjaga keponakan, suku, bahkan masyarakat. Ia berharap penobatan Rajo Nan Baduo (Adat dan Ibadah, red) serta Batagak Pangulu dapat dimaknai secara mendalam, untuk kembali memahami pentingnya peran seorang penghulu yang diberi kepercayaan.

“Gelar yang diberikan masyarakat kepada seorang Rajo dan Pangulu dengan sendirinya diangkat kepangkatan dan selangkah lebih maju, bukan keyakinan yang muncul dengan sendirinya, melainkan hadir karena masyarakat memang mempunyai harapan,” sambung Gubernur Mahyeldi.

Gubernur Mahyeldi juga meyakini penafsiran yang kuat terhadap peran para Datuak atau Penghulu akan melahirkan kepemimpinan yang arif dan bijaksana di kota, serta menghadirkan masyarakat kota yang saling mendukung dan percaya.

“Muara dari semua itu, ketika Datuak atau Penghulu bisa memimpin dengan baik, maka kehidupan masyarakat akan menjadi lebih baik. Jadi, kemajuan negara juga akan semakin cepat, terutama dalam memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki,” tambah gubernur.

Sementara, Bupati Safaruddin memberikan apresiasi kepada Niniak Mamak dan Wali Nagari atas suksesnya gelaran perayaan Baralek Gadang Nagari Maek. Kemudian ia menyampaikan selamat datang kepada raja-raja dari berbagai daerah yang telah datang ke Nagari Maek.

Bupati kembali mengingatkan bahwa niniak mamak perlu kembali merangkul kemenakan untuk senantiasa berangkulan dalam membangun Nagari Maek. Terlebih di zaman digital ini, ninik mamak berperan besar untuk mengarahkan kemajuan generasi di kaumnya.

“Upaya memajukan anak kemenakan tersebut dapat terwujud jika setiap Pangulu memiliki kesadaran untuk peningkatan kemampuan kepemimpinan dan pengetahuan. Selain itu, Para “Datuak” tersebut hendaknya mampu mempertahankan kearifan lokal yang ada di Maek sehingga dengan invasi budaya luar yang terinfiltrasi adat budaya Minangkabau dapat diatasi,” tutup bupati.

Tidak terlepas dari peran seluruh masyarakat, Niniak Mamak, Wali Nagari Maek, Efrizal Hendri Datuak Patiah, Ketua Bamus, Maskam Fauzi Datuak Gindo Lelo serta Ketua Panitia, Asrigem Datuak Bandaro Hijau, Baralek Gadang Nagari Maek, bisa terlaksana dengan baik, lancar dan sukses. (ARFIDEL ILHAM— Payakumbuh)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Bus Trans-Padang Koridor 2 & 3, Resmi Lintasi Bungus dan Nanggalo. Ini Rute Lengkapnya

Banjir dan Longsor Aiaangek Limapuluh Kota Tertangani