in

Periksa cedera, Bianca Andreescu jalani pemindaian lutut

Jakarta (ANTARA) – Juara AS Terbuka Bianca Andreescu akan menjalani pemindaian pada lutut kirinya yang cedera sebelum memutuskan apakah ia akan melanjutkan bertanding di WTA Finals di Shenzhen menyusul mundurnya dia saat pertandingan melawan Karolina Pliskova, Rabu.

Petenis berusia 19 tahun itu mengalami cedera pada gim ketiga dalam pertemuan round-robin keduanya dan, meskipun ia berjuang keras sampai akhir set dengan lututnya terikat, ia akhirnya mundur setelah mengalami kekalahan 3-6, demikian dilansir dari Reuters, Rabu.

“Saya merasakan tulang lutut saya retak. Itu benar-benar mengganggu dan saya hampir tidak bisa menekuk lutut.”

“Tapi saya tetap berjuang dengan rasa sakit ini semaksimal yang saya bisa. Pada titik tertentu seorang atlet harus mengatakan ‘berhenti’. Itulah yang saya lakukan.”

Andreescu meminta waktu istirahat untuk pemeriksaan lututnya lebih dari delapan menit sebelum kembali ke lapangan, setelah memenangkan dua gim pertama dan kondisinya terlihat baik.

Baca juga: Elina Svitolina pastikan tiket semifinal WTA Finals

Namun, cedera membatasi pergerakannya dan dia memutuskan untuk mundur setelah Pliskova menutup set pertama dengan pukulan ace.

“Jujur, saya benar-benar tidak tahu harus berbuat apa,” katanya.

“Saya sebelumnya telah berjuang melawan rasa sakit, tetapi ini berbeda. Ini sangat akut. Tapi ini turnamen terakhir tahun ini. Saya hanya mengatakan pada diri saya sendiri untuk tetap bertahan dan Anda akan mendapat istirahat yang cukup setelah ini.”

Petenis muda asal Kanada ini menjalani musim 2019 secara mengesankan, menang di Indian Wells dan Toronto sebelum merebut gelar juara AS Terbuka di Flushing Meadows dengan kemenangan dua set langsung atas Serena Williams di final.

Performa ini membuatnya naik ke urutan keempat dalam peringkat dunia, membuatnya mendapatkan tempat di WTA Finals untuk pertama kalinya.

Baca juga: Dua tahun berturut-turut Osaka mundur dari WTA Finals karena cedera

“Ini luar biasa,” kata Andreescu tentang musim terbaiknya sejak berkiprah di ajang senior pada 2017.

“Saya membuat sejarah di Kanada. Saya memenangkan grand slam pertama saya. Permainan saya terus menjadi lebih baik dan lebih baik.”

“Tapi saya harus melihat sisi positifnya. Mudah-mudahan saya bisa pulih dengan cepat setelah ini.”

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

What do you think?

Written by Julliana Elora

Kredit BRI ke Segmen Mikro Capai Rp301,89 Triliun

Kepahlawanan dan Karomah KH Amin Sepuh Cirebon saat Pertempuran 10 November di Surabaya