in

Polda Sumsel edukasi 2.415 warga di sembilan daerah terkait pencegahan karhutla

Logo Header Antaranews Sumsel

Polda Sumsel edukasi 2.415 warga di sembilan daerah terkait pencegahan karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 18:55 WIB

Image Print

Kegiatan sosialisasi karhutla oleh Polda Sumatera Selatan. ANTARA/HO/Polda Sumsel

Palembang (ANTARA) – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan mengedukasi secara masif terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) denan menjangkau 2.415 warga di sembilan kabupaten dan kota secara serentak.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya di Palembang, Senin, mengatakan edukasi yang dilakukan dalam pekan ini, melibatkan peserta didik Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespima), serta Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya membuka lahan dengan cara membakar.

“Pencegahan harus dimulai dari kesadaran masyarakat. Melalui edukasi langsung seperti ini, kami ingin pesan untuk tidak membakar hutan dan lahan benar-benar sampai dan dipahami masyarakat. Karhutla bukan hanya persoalan api, tetapi berdampak terhadap kesehatan, lingkungan, dan aktivitas masyarakat,” ujar Nandang.

Ia memaparkan kegiatan tersebut dilaksanakan di sembilan wilayah hukum polres jajaran, yakni Polres Banyuasin, Polres PALI, Polres OKU, Polres Prabumulih, Polres OKI, Polres Musi Banyuasin, Polres OKU Timur, Polres Ogan Ilir, dan Polres Muara Enim.

Dalam aksi lapangan tersebut, Satgas Tim Edukasi menjalankan serangkaian kegiatan terpadu yang mencakup sembilan kegiatan penyampaian imbauan karhutla, sembilan kegiatan edukasi langsung, lima kegiatan pembagian masker, lima kegiatan pemasangan pamflet di titik strategis, serta satu kegiatan penyaluran bantuan sosial berupa sembako.

Ia menambahkan, pelibatan peserta didik lembaga pendidikan Polri menjadi strategi untuk memperluas jangkauan edukasi sekaligus memberikan pengalaman lapangan dalam membangun komunikasi publik yang humanis dan persuasif.

“Pencegahan akan jauh lebih efektif apabila Polri, pemerintah, dan masyarakat bergerak bersama. Edukasi hingga ke wilayah rawan diharapkan membangun kepedulian bersama dan mencegah munculnya titik api baru,” katanya.

Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026

What do you think?

Written by Julliana Elora

Lirik lagu Indonesia Raya dan sejarah terciptanya

Menteri Kehutanan Tutup 9 Taman Nasional: Karhutla Mulai Ganggu Penanganan di 6 Provinsi