in

Pulihkan Hutan, Tingkatkan Kesadaran Masyarakat

SEMANGAT PELESTARIAN: Wagub Sumbar Audy Joinaldy,
Bupati Limapuluh Kota Safarruddin, Kadis Kehutanan
Sumbar Yozarwardi Usama Putra dan lainnya usai kegiatan
tanam pohon di Aiemalanca, Rabu (7/12).(PEMKAB LIMAPULUH KOTA FOR PADEK)

Pulihkan hutan dan menjaga sumber daya air, gerakan tanam pohon perlu dimasifkan. Hal ini karena terjadinya perubahan iklim secara global yang berdampak terganggu ekosistem, kondisi cuaca ekstrem, terganggunya sistem tata air DAS dan ancaman terjadinya bencana alam (banjir, longsor dan kekeringan) serta terganggunya ketahanan pangan nasional.

Hal ini dikatakan Wagub Sumbar Audy Joinaldy saat tanam pohon bersama di Aiemalanca, Jorong Landai, Nagari Harau, Rabu (6/12).
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) tingkat Sumatera Barat, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam rangka memulihkan hutan dan lahan guna penyelamatan sumberdaya air, produktivitas lahan, perubahan iklim dan pencegahan bencana hidrometeorologi.

Wagub Audy mengatakan, sesuai dengan Keputusan Menteri RI Nomor 24 Tahun 2008 tentang Hari Menanam Pohon Indonesia bahwa setiap tahun pada tanggal 28 November dilakukan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional.

Dengan adanya gerakan penanaman ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian seluruh kompenen bangsa pentingnya fungsi pohon yaitu menghasilkan oksigen, meningkatkan cadangan air, serta menurunkan emisi gas rumah kaca serta mengajak kita untuk melakukan penanaman secara berkelanjutan untuk merehabilitasi lahan.

Pada kesempatan itu Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldi didampingi Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo, Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Yozarwardi Usama Putra, Kepala Balai Perhutanan Sosial Wilayah Sumatera Apri Dwi Sumarah, Pj Sekretaris Kabupaten Limapuluh Kota, Herman Azmar dan Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Pada kesempatan itu, Wagub Sumbar juga meresmikan Arboretum Wisata Aiamalanca.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Yozarwardi Usama Putra mengatakan, Arboretum adalah areal yang terdiri dari pepohonan sebagai tumbuhan dominan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan pendidikan/laboratorium alam, tempat koleksi hidup berbagai jenis pohon (areal konservasi dan tempat rekreasi.

Ia menyebut, saat ini sudah ada pembangunan arboretum oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat yakni  Arboretum Kandi di Desa Kolok Nan Tuo Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto seluas 1,52 ha dibangun tahun 2022 dikelola KTH Ikkaguma Lestari.

Selanjutnya Arboretum Sirukam di Nagari Sirukam Kecamatan Payung Sekaki Kabupaten Solok seluas 2,1 hektare dibangun tahun 2023 dikelola oleh LPHN Sirukam. Dan Arboretum Aiamalanca di Nagari Harau Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota seluas 2,1 ha dibangun tahun 2023 dikelola oleh LPHN Harau.

Ia menambahkan, jenis tanaman yang ditanam pada arboretum merupakan tanaman endemik Sumatera Barat, Sumatera dan Nusantara sekitar 40 (empat puluh) jenis tanaman seperti Andalas, Bayur, Balsa, Bambang Lanang, Ramin, Kulim, Merbau, Eboni, Meranti, Gaharu, Pulai, Jelutung, Surian, dan sebagainya.

“Pada kesempatan ini kita juga menyerahkan bantuan sarana prasarana wisata berupa 6 unit tenda glamping, yang akan diserahkan kepada LPHN Harau untuk mendukung pengembangan Wisata Air Terjun Air Malanca ini,” ujarnya.

Lebih jauh disampaikannya, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat melalui UPTD KPHL Limapuuluh Kota pada 2023 telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan kehutanan di Kabupaten Limapuluh Kota sebesar Rp 1,8 miliar dengan konfigurasi anggaran 51 % diantaranya atau sebesar Rp 930 juta dialokasikan khusus untuk mendukung Perhutanan Sosial dalam rangka meningkatkan pendapatan petani hutan.

“Pada kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan bibit produktif oleh Balai Pengelolaan DAS Indragiri Rokan sebanyak 250 batang,”ujarnya.

Limapuluh Kota, 51 Persen Kawasan Hutan

Sebelumnya Bupati Limapuluh Kota Safarruddin Dt Bandaro Kayo dalam sambutannya menyampaikan, 51 persen dari sekitar 335.430 hektare luas wilayah Kabupaten Limapuluh Kota merupakan kawasan hutan dan sebanyak 64 nagari (81 persen) dari 79 nagari di Kabupaten Limapuluh Kota wilayahnya juga berada di sekitar dan didalam kawasan hutan.

“Atas nama pemerintah serta masyarakat di Kabupaten Limapuluh Kota sangat mendukung kegiatan pembangunan dan pengembangan Perhutanan Sosial,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Safaruddin mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menjadikan Kabupaten Limapuluh Kota sebagai satu-satunya Kabupaten yang menjadi lokasi proyek Strengthening Of Social Forestry (SSF) atau Penguatan Perhutanan Sosial di Provinsi Sumatera Barat.

Bupati mengingatkan, walaupun Limapuluh Kota telah diberikan kesempatan untuk mengusahakan kawasan hutan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemanfaatan hutan perlu dibarengi dengan upaya pelestariannya.

Rehabilitasi hutan dan lahan melalui penanaman pohon menjadi suatu bentuk upaya melestarikan sumber daya alam hutan dan lahan yang kita miliki, sekaligus sebagai langkah antisipatif untuk mencegah bencana-bencana yang tidak kita harapkan. “Pengawasan dan pengamanan dari berbagai pihak juga sangat dibutuhkan dalam menjaga keberlangsungan hutan kita,” tutup bupati. (fdl)

What do you think?

Written by Julliana Elora

BB Sabu 27 Perkara Dimusnahkan Kejari Payakumbuh

Investor Pasar Modal Sumbar Naik 59%: Terbanyak Mahasiswa, Transaksi Tertinggi Padang