in

Rugi USD4 Juta Sehari, Elon Musk PHK 3.800 Karyawan Twitter

Elon Musk memberhentikan separuh atau hampir 3.800 karyawan platform media sosial Twitter yang baru saja dibelinya senilai USD 44 miliar atau sekitar Rp 687 triliun.

Dia beralasan tidak punya pilihan ketika harus mem-PHK setengah dari total karyawannya di seluruh dunia pada Jumat (4/11/2022) karena perusahaan tersebut merugi USD4 juta sehari atau sekitar Rp62 miliar.

“Mengenai pengurangan kekuatan Twitter, sayangnya tidak ada pilihan ketika perusahaan merugi lebih dari USD4 juta sehari,” tweet Musk.

Meski memangkas jumlah karyawan, tapi orang terkaya di dunia itu bersikeras bahwa komitmen platform media sosial itu untuk moderasi sama sekali tidak berubah.

Musk mengatakan telah memberikan tiga bulan pesangon kepada semua orang yang diminta untuk berhenti.

“Semua orang yang keluar ditawari pesangon tiga bulan atau 50 persen lebih banyak dari yang diwajibkan secara hukum,” ujarnya.

Perusahaan media sosial itu pada hari Jumat (4/10/2022) telah memberi tahu pekerjanya melalui email bahwa mereka akan mengetahui apakah mereka telah diberhentikan.

Staf yang dipecat dari perusahaan berbasis di San Francisco itu mendapat petunjuk tentang pemecatan ketika mereka kehilangan akses ke laptop atau akun kerja mereka.

Di antara ribuan karyawan yang kehilangan pekerjaan di Twitter, beberapa di antaranya adalah ibu hamil dan ibu baru melahirkan.

Ketika orang-orang di seluruh dunia menunjukkan dukungan dan berbagi kasih sayang kepada mereka yang kehilangan mata pencaharian akibat PHK besar-besaran Twitter itu, muncul kekhawatiran serius tentang perawatan kesehatan mereka yang sedang mengandung atau membesarkan anaknya.

Salah satunya, Rachel Bonn, seorang wanita hamil delapan bulan yang juga membesarkan bayi berusia sembilan bulan.

Seperti kebanyakan orang, Bonn menyadari bahwa dia tidak lagi bekerja ketika dia mencoba masuk kerja pada Jumat pagi. Bon ke Twitter untuk mengucapkan selamat tinggal kepada majikan lamanya dan berbagi foto.

“Kamis lalu di kantor SF, benar-benar hari terakhir Twitter adalah Twitter. Hamil 8 bulan dan punya anak 9 bulan. Baru saja terputus dari akses laptop #LoveWhereYouWorked,” tweet Bonn di samping foto dirinya bersama balita.

Tweet mantan karyawan Twitter itu muncul sebagai jawaban atas kekhawatiran yang berkembang atas wanita hamil yang kehilangan pekerjaan selama perampingan tenaga kerja Twitter. “Mendengar bahwa beberapa dari mereka yang diberhentikan dari Twitter sedang hamil. Dan mereka tidak tahu pesangon atau perlindungan asuransi apa yang akan mereka dapatkan. Begitu banyak ketidakpastian saat ini selain kehilangan pekerjaan Anda,” ungkapnya seperti dikutip The Economic Times.(tet)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Andre Rosiade Usul DPR Rapat Gabungan Kemendag-BPOM Bahas Gagal Ginjal

Lantunan Sholawat, Meriahkan Peresmian Mushola Ki Ageng Selo