in

“Saya Tak Risau, Joki SBMPTN Lebih Berbahaya”

Serangan siber virus Ransomware yang mampu menumbangkan sebuah sistem dalam jaringan komputer telah meresahkan warga dunia. WannaCry juga ditetapkan telah menginfeksi 150 negara di dunia, termasuk Indonesia.

Virus ini menjadi viral, setelah beberapa waktu lalu berhasil menyerang dua RS, yakni RS Dharmais dan Harapan Kita. Mulai saat itu, antisipasi ditingkatkan di seluruh lini, tidak terkecuali bidang pendidikan.

Terlebih lagi dengan akan digelarnya Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Selasa (16/5), dan sebagian peserta akan mengikuti ujian SBMPTN berbasis komputer.

Bagaimana kesiapan Kemristekdikti, terkait pelaksanaan SBMPTN berbasis CBT? Berikut wawancara dengan Menteri Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir:

Ancaman serangan siber virus Ransomware Wannacry, bagaimana antisipasi Anda terutama terkait SBMPTN?

Panitia SBMPTN telah menyiapkan sejumlah skenario pengamanan pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) berbasis komputer dari serangan siber virus Ransomware WannaCry.

Skenarionya apa saja?

Pertama, SBMPTN akam tetap digelar berbasis komputer bagi yang ujian Computer Based Test (CBT). Tentu saja secara teknis sudah dilakukan sejumlah langkah pengamanan data soal dan sistem.

Jika sampai pengamanan tahap pertama bisa ditembus, akan dialihkan menjadi SBMPTN berbasis kertas (Paper Based Test). Intinya, secara substansi pelaksanaan SBMPTN tidak akan terganggu.

Instruksi apa yang Anda berikan kepada panitia SBMPTN terkait WannaCry?

Saya sudah ingatkan panitia agar siap dengan segala kemungkinan. Untuk peserta besok agar tetap tenang dan fokus.

Tim Teknis CBT sudah menyusun petunjuk teknis untuk para koordinator tes CBT di setiap panitia lokal (panlok), jika sewaktu-waktu terjadi gangguan atau serangan siber.

Antisipasi ini agar pelaksanaan ujian CBT tidak terganggu oleh serangan Ransomware tersebut.

Jadi, soal SBMPTN tidak dikerjakan secata murni online, kecuali saat mengunggah jawaban. Tidak menjadi hal yang terlalu mengkhawatirkan, tapi panitia harus tetap waspada, perkuat IT-nya.

Jujur saja, saya tidak merisaukan virus itu, justru soal joki SBMPTN yang harus diperhatikan serius.

Penanganan joki tahun ini seperti apa?

Kami tidak akan lengah terhadap joki. Jika sampai tertangkap, tegas, akan dipidanakan.

Berapa jumlah peserta SBMPTN tahun ini?

Total peserta ujian SBMPTN 2017 berjumlah 797.023 peserta. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang pada 2016 berjumlah 721.326 pendaftar.

Daya tampung peserta juga bertambah, dari 126.804 kursi pada 2016 menjadi 128.085 kursi pada 2017. Dari 797.023 peserta SBMPTN 217, sebanyak 776.163 siswa akan mengikuti ujian Paper Based Test (PBT).

Ada berapa yang mengikuti ujian CBT?

Yang mengikuti ujian Computer Based Test (CBT) sebanyak 20.860 siswa. Jumlahnya akan terus bertambah di tahun-tahum mendatang. citra larasati/AR-3

What do you think?

Written by virgo

Shinta Pilih Jalur Independen

Pemerintah dan DPR Belum Sepakati Opsi Penambahan Kursi