in

Science Techno Park Unand Dibangun

Mulai Tahun 2018, Gunakan APBN 

Setelah berjuang sejak beberapa tahun terakhir, akhirnya keinginan civitas mendirikan Science Techno Park (STP). Menyusul, mulai dialokasikannya anggaran pembangunan STP Unand oleh pemerintah pusat dalam APBN 2018 mendatang.

Hal itu dikemukakan Rektor Unand Prof Dr Tafdil Husni SE MBA dalam rapat senat terbuka memperingati Dies Natalis ke-61 Unand, di Auditorium Unand, Kampus Limaumanih, Padang, kemarin (13/9). Sidang senat terbuka ini, juga diisi dengan orasi ilmiah diisi Dr dr Dien Gusta Anggraini Nursal MKM.

”Alhamdulillah, setelah melewati perjuangan yang melelahkan, rencana pendirian Science Techno Park (STP) sudah disetujui pusat. Baru-baru ini, juga sudah turun tim dari pusat guna mengecek kesiapan Unand mendirikan STP tersebut,” terang Tafdil.

Berdasarkan gambaran yang dia dapat, sejauh ini dialokasikan Rp 2 miliar tahun depan. Diakuinya, alokasi anggaran ini sangat jauh dari kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp 200 miliar. Dia berharap dukungan semua pihak untuk mendirikan gedung tersebut.

Keberadaan STP ini, menurut Tafdil sangat besar. Hal ini juga sejalan dengan tema dies natalis tahun ini ”Inovasi untuk Pembangunan Berkelanjutan”. Tema tersebut merefleksikan bahwa Unand secara terus menerus melakukan inovasi guna pembangunan nasional. 

”Inovasi yang dilakukan secara terus menerus diharapkan dapat meningkatkan dya saing perguruan tinggi dalam konteks penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi. Unand merupakan institusi yang memainkan peran dalam menghasilkan kaum inteletual yang dapat berkontribusi pada peningkatan daya saing bangsa dan pembangunan nasional,” ujar dia.

Seiring semakin meningkatnya hasil-hasil riset, menurut dia, memunculkan inovasi-inovasi yang dapat menjadi penggerak pembangunan dan tingkat kesiapan teknologi yang semakin tinggi menuju kepada hilirasasi atau komersialisasi produk berbasis kepada hasil-hasil penelitian. 

Ide pendirian STP, tambah dia, sudah memperlihatkan kemajuan. Di mana, usulan yang disampaikan kepada Kemenristek Dikti sudah ditindaklanjuti dengan mendatangkan tim dalam rangka visitasi ke Unand pada bulan September ini. Keberadaan STP tersebut, nantinya diharapkan dapat menghasilkan produk-produk unggulan Sumbar, tenaga kerja yang kompeten, pengusaha-pengusaha mandiri, pasar produk-produk unggulan, dan lain lain. 

Terkait meningkatkan kualitas mutu institusi dan kualitas lulusan secara berkelanjutan, pihaknya juga terus berbuat. Lewat LP3M, pihaknya mendorong prodi-prodi untuk mendapatkan pengakuan akreditasi internasional. Program peningkatan akreditasi menuju akreditasi internasional telah mulai dirintis pada masa kepemimpinan terdahulu, yakni Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) untuk 5 program studi S1 di Fakultas Teknik. 

Program pendampingan dan asistensi oleh tim dari Arizona University telah dilakukan sejak tahun 2014 , di mana dua di antaranya lolos pada Mock Visit pada tahun 2016. Akreditasi internasional juga telah diusulkan Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi yang lolos tahap eligibility dan sudah menjadi full membership of Abest21 sejak tahun 2016. Kunjungan lapangan atau visitasi dijadwalkan bulan Oktober 2017. (*) 

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by virgo

Pasar Tani di Kantor Gubernur

Aceh Wajib Jadi Prioritas Poros Kemaritiman Indonesia