in

Stok Pangan Aman sampai Lebaran

Pemprov Sumbar menjamin ketersediaan bahan pangan hingga Lebaran atau 3 bulan ke depan. Bahkan stok beras dan jagung melebihi kebutuhan. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar,  Candra, Jumat (31/3).

“Persediaan bahan pangan kita sudah mencukupi. Karena setiap bulannya ada yang dipanen dan ditanam. Di Sumbar tidak ada yang namanya tanam musim serentak,” sebutnya.

Ia mengatakan,  setiap bulan, sekitar 250.000 ton beras tersedia di Sumbar yang bersumber dari semua sentra penghasil beras. “Sawah yang dipanen setiap bulannya rata-rata 50.000 hektare. Jadi stok beras setiap bulan cukup,” ujarnya.

Selain beras, stok berbagai komoditi pangan seperti jagung, bawang dan cabai produksinya juga cukup besar. Karena itu, tidak ada alasan masyarakat untuk mengkhawatirkan kekurangan kebutuhan pokok tersebut hingga Lebaran mendatang.

“Bawang dan cabai rata-rata kita punya stok 2.000 ton setiap bulan. Cabai termasuk sudah melebihi stok, walaupun sempat krisis harga namun harga sudah mulai turun, jadi cukup aman saat ini,” jelasnya.

Terkait penambahan lahan untuk tanaman pangan, pihaknya berupaya mengatasi berkurangnya lahan pertanian melalui cetak sawah baru. Dengan cara membuka lahan-lahan yang tidak produktif menjadi produktif. Dengan begitu secara tidak langsung Sumbar sudah mensukseskan swasembada pangan terutama mampu memanfaatkan lahan kering.

“Kalau padi tahun ini kita menargetkan program cetak sawah seluas 600 hektare. Jagung memanfaatkan lahan-lahan kering. Ada lembaga produksi yang mengolah sekitar 5.000 hektare lahan jagung karena areal tidak ada irigasi,” sebut Candra.

Untuk meningkatkan ketahanan pangan, ia meminta seluruh kepala daerah agar jeli melihat potensi pangan lokal di daerah masing-masing. Ini guna meningkatkan cadangan pangan agar terwujudnya produksi pangan yang baik.

Sebetulnya kabupaten/kota sudah punya fasilitas melalui Kementerian Pertanian namanya Lembaga Distribusi Pangan Mandiri (LDPM). Masing-masing kabupaten/kota sudah mempunyai lembaga itu dan punya toko tani hingga 50 unit per daerah.

Kepala Dinas Pangan Sumbar Effendi juga mengatakan, saat ini Sumbar masih surplus beras. Namun konsumsi pangan masyarakat Sumbar masih tergolong belum berimbang. Karena masih didominasi konsumsi beras, dengan persentase yang melebihi angka ideal. Jika konsumsi masyarakat Sumbar terhadap beras tidak dikurangi, dikhawatirkan tidak hanya mengganggu program swasembada beras, melainkan juga mengancam kualitas kesehatan masyarakat.

Ia menjelaskan, guna mengurangi konsumsi beras masyarakat Sumbar, Dinas Pangan terus berupaya mendorong masyarakat melakukan penganekaragaman pangan. Konsumsi beras bisa dikurangi, dan digantikan dengan komoditi pangan lokal lain, seperti ubi ataupun talas, serta memperbanyak porsi buah, ikan, daging, dan sayur. 

Semakin beraneka pangan yang dikonsumsi masyarakat, angka konsumsi beras Sumbar bisa diturunkan. Mengingat saat ini konsumsi beras di Sumbar masih masuk dalam 5 besar di Indonesia, yakni 123 kilogram per kapita per tahun. Padahal angka ideal yang ditetapkan pemerintah pusat berdasar data Badan Pusat Statistik hanya 114 kilogram per kapita per tahun. Ia berharap, tingkat konsumsi beras masyarakat Sumbar tahun 2017 bisa diturunkan sebesar 2,5 persen. (*) 

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by virgo

Erick Hariyona Pimpin MPW PP Sumbar

AP II Bantu UKM Rp 247 Juta