in

Tantangan Guru di Era Konsumtif

Yulnaida
GURU MTSN 7 KOTA PADANG

Tak dapat kita pungkiri. Pendidikan saat ini berada pada era kemajuan teknologi yang berevolusi secara terus menerus. Kemajuan teknologi merupakan perubahan yang tidak bisa dihindari oleh siapapun atau dimanapun berada.

Termasuk kemajuan teknologi yang menyentuh dunia pendidikan di Indonesia. Teknologi yang berkembang secara cepat dan cendrung merambah ke semua aspek kehidupan manusia termasuk para pendidik yang berkecimpung di dunia pendidikan. Salah satu komponen yang disentuh teknologi adalah seorang guru.

Tak dapat dipungkiri bahwa guru merupakan komponen pendidikan yang akan selalu berinteraksi dengan teknologi. Dampak langsung dari kemajuan teknologi membuat penggunaanya menjadi insan yang bersifat konsumtif. Inilah yang disebut era konsumtif dari sebuah kemajuan yang terjadi.

Perubahan Era ini sangat dirasakan guru yang setiap hari berhadapan dengan siswa. Guru berhadapan dengan siswa dengan berbagai respon konsumtif terhadap kemajuan teknologi. Ada yang merespons secara positif dan ada yang merespons secara negatif.

Semua respons tersebut dapat dilihat dar tingkah laku dan interaksi siswa dalam proses belajar mengajar setiap hari. Jika ini tidak disikapi oleh guru dengan cepat dan bijaksana maka bisa membawa dampak yang tidak baik bagi siswa yang memang sedang mengalami proses evolusi.

Banyak siswa yang menelan secara keseluruhan semua yang ditawarkan oleh sebuah teknologi. Sangat terkesan jika banyak siswa yang sudah menjadi seorang konsumen yang sangat konsumtif dalam arti negatif.

Untuk mengendalikan sifat konsumtif siswa tersebut perlu peran guru baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara kasat mata era konsumtif bisa dimanfaatkan oleh guru untuk meningkatkan mutu penddidikan baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

Guru dapat membuat berbagai karya yang melibatkan siswa baik pribadi maupun secara kelompok. Siswa yang sudah terbiasa dengan sifat konsumtifnya akan lebih mudah bagi guru untuk melakukan proses pembelajaran. Sifat konsumtif ini merupakan peluang bagi guru untuk menghasikan pembelajaran yang bermakna dan berdayaguna.

Tentu saja guru harus menyiapkan metode dan strategi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa di dalam kelasnya. Pembelajaran yang menarik dapat dibuat dengan memanfaatkan teknologi secara proporsional dan optimal.

Guru merupakan salah satu fasilitator yang bisa menjadi produsen karya belajar secara berkelanjutan, mulai dari produsen karakter sampai produsen materi pembelajaran secara intelektual. Menjadi guru yang produktif salah satu solusi yang dapat dilakukan guru untuk mampu mengendalikan kebiasaan siswa terhadap sifat konsumtif dari kemajuan teknologi.

Bentuk nyata dari kegiatan produktif yang bisa diciptakan guru dengan menghasilkan sebuah media pembelajaran yang berbasis teknologi dan informasi. Guru dapat membuat media pembelajaran yang dapat memantik rasa ingin tahu siswa terhadap pemecahan masalah yang disajikan dalam proses pembelajaran.

Kebiasaan selama ini yang menjadi permanen dikalangan guru yang anti dengan perubahan dapat ditinggalkan dengan motivasi untuk lebih produktif dalam berkarya. Guru dapat mengakses berbagai bentuk strategi dan media pembelajaran dari hasil teknologi dan memodifikasi untuk disesuaikan dengan kebutuhan siswa setempat.

Guru tidak harus menelan secara utuh hasil teknologi melainkan dapat menjadi bahan rujukkan untuk menghasilkan karya sendiri. Kesempatan berkarya atau menjadi produktif dapat juga dilakukan guru melalui kegiatan pengembangan diri baik secara personal maupun melalui organisasi pendidik.

Kemampuan untuk menghasilkan yang berbeda dalam proses pembelajaran akan mampu meningkatkan motivasi dalam pembelajaran sehingga siswa menemukan kolaborasi yang baik antara teknologi dengan proses pembelajaran yang dilalui bersama guru.

Mendidik siswa dengan karya jauh lebih bermakna dibanding mengajar dengan kata-kata semata. Sebenarnya mendidik siswa dengan menunjukkan karya nyata akan membuat pembelajaran begitu menyenangkan, apalagi mereka juga mampu menghasilkan sesuatu melalui proses tersebut.

Prof. Yohanes Surya yang mengatakan “bahwa tidak ada siswa yang bodoh, yang ada adalah guru yang tidak baik dan tidak menggunakan strategi yang tepat untuk siswa dalam belajar”. Dari ungkapan ini banyak makna tersirat yang dapat kita pahami sebagai seorang guru.

Dalam kondisi dan situasi apapun guru tidaklah boleh mengatakan kata-kata bodoh pada siswa. Seperti apapun mirisnya keadaan siswa, seorang guru yang baik tidak akan kehilangan cara untuk mengatasi keadaan tersebut.

Seberat apapun sifat konsumtif yang sudah mendarah daging dalam kehidupan siswa akan dapat dikendalikan dengan karya nyata dari guru yang produktif di bidangnya. Tidak ada yang tidak mungkin dalam setiap usaha karena kesuksesan tergantung sekeras apa kita berusaha mencapainya. Menjadi guru produktif sangat penting di era ini meskipun hidup di tengah sifat konsumtif yang sudah membumi.(***)

What do you think?

Written by Julliana Elora

NIK jadi NPWP, Menuju Kemudahan Administrasi Perpajakan dalam Satu Identitas

Menuju Lapas Pesantren, Belasan Warga Binaan Lapas Kelas III Suliki Hapus Tato