in

Telisik Keterlibatan Dirut Bulog

Dalam Perkara Suap Irman Gusman

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mengembangkan kasus suap yang menimpa mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman.

Komisi antirasuah mendalami keterlibatan pejabat Perum Bulog dalam kasus tersebut. Apakah mereka juga menerima hadiah dari Direktur CV Semesta Berjaya (SB) Xaveriandy Sutanto.

Salah satunya Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Djarot Kusumayakti. KPK pernah memanggilnya untuk dimintai keterangan. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyatakan, Djarot dianggap mengetahui pengaturan kuota distribusi gula di Sumbar. Suap yang diterima Irman berkaitan erat dengan pengaturan kuota gula impor. 

Saut mengatakan, yang sekarang didalami KPK adalah seperti apa keterlibatan Djarot dalam kasus tersebut. Apakah dia menggunakan kekuasannya dan menyalahgunakan kewenangan. Kalau mempengaruhi dengan kekuasanya berarti ada indikasi korupsi.

“Menggunakan kekuasan kan ada di Undang-Undang Tipikor,” papar dia saat ditemui usai acara Konser Suara Antikorupsi di Plaza Festival Jumat (18/11) malam lalu.

Selain itu, kata mantan staf ahli Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), penyidik juga akan mendalami apakah Djarot dan pejabat Bulog lainnya menerima hadiah atau janji dari pengaturan gula impor itu.

“Benar atau tidak ada janji dan hadiah,” papar dia. Sampai saat ini yang diduga menerima suap baru Irman Gusman. Pejabat asal Padang itu menerima uang Rp 100 juta dari Xaveriandy Sutanto dan istrinya, Memi.

Tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang menerima suap. Namun, dia belum bisa menyebutkan siapa yang menerima hadiah. Saut menyatakan, pihaknya akan mencermati fakta yang ada di persidangan. Jika ada keterangan yang signifikan, penyidik akan langsung bergerak mendalaminya untuk membuktikan keterangan itu.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat pada 15 November lalu, Djarot menyatakan, pemberian kuota gula impor kepada CV Semesta Berjaya dilakukan setelah dirinya dihubungi Irman Gusman. Dia langsung meminta Kepala Divisi Regional Bulog Sumbar Benhur Ngkaimi untuk menyiapkan jatah gula. 

Bahkan, Djarot sangat aktif menghubungi Memi yang dikenal dekat dengan Irman. Djarot juga pernah hendak bertemu dengan Memi. Ketua Majelis Hakim Nawawi Pamulango mempertanyakan tindakan Djarot yang sangat aktif menghubungi Memi. “Kenapa Anda begitu aktif menghubungi terdakwa. Ada apa sebenarnya?” tanya Nawawi.

Padahal, kata Nawawi, pengatur kuota dibawah 1.000 ton merupakan kewenangan kepala divisi regional (divre). Jadi, cukup kepala divre yang menanganinya.

Hakim pun mencurigai apa yang dilakukan Djarot.  “Kalau orang biasa yang menghubungi Anda, bukan Irman, bagaimana perlakuan  Anda,” tanya Nawawi kepada Djarot.

Djarot mengakui bahwa dirinya aktif menghubungi Memi dan kepala divre. Hal itu dilakukan, karena dia ingin distribusi gula di Sumbar bisa berjalan dengan baik dan tidak ada kendala.

Terkait dengan perlakuan dan gaya bahasa saat berbicara dengan Irman, menurut Djarot, gaya bahasanya memang seperti kepada siapa saja.

Hakim tidak langsung percaya apa yang disampaikan Djarot. Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menampilan percakapan Djarot dengan Benhur. Dari situ bisa dilihat bagaimana gaya percakapan Djarot dengan bawahannya. “Anda kalau berbicara dengan Irman, ngomongnya  siap, siap terus,” terang Hakim Nawawi.

Saut menyatakan, tidak menutup kemungkinan Djarot dan pejabat Bulog yang lain akan dimintai keterangan lagi untuk mengusut tuntas perkara suap pengaturan gula impor.

Tapi, dia belum bisa memastikan kapan mereka akan dipanggil. “Penyidik yang mengetahui jadwal pemeriksaan,” terang pejabat yang gemar bermain saxophone itu.

Seperti diketahui, pada 16 September lalu, KPK melakukan tangkap tangan (OTT) terhadap Irman Gusman setelah menerima suap Rp 100 dari Xaveriandy dan Memi di rumah dinasnya di Jalan Denpasar. Suap itu diduga untuk mengatur jatah distribusi gula impor di Sumbar. (*)

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by virgo

Mimpi Prestasi Porprov di Sekolah

Pertemuan Perdana, GIPI Kolaborasi Pentahelix Menuju 2019