in

Teror Air Keras atas Novel Diduga terkait Korupsi e-KTP

Gerakan Anti Korupsi (GAK) Lintas Perguruan Tinggi mengutuk teror air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Rudy Johannes, mewakili GAK menduga, penyerangan terhadap Novel terkait dengan kasus korupsi e-KTP yang tengah diusut Novel. Novel merupakan Ketua Satgas Penyidikan kasus tersebut. “Kuat diduga, kejadian ini terkait kasus e-KTP yang sedang ditanganinya. Karenanya kami mendukung KPK untuk terus melanjutkan pengusutan kasus e-KTP ini secara tuntas,” ujar Rudy dalam pernyataan resmi hari ini, Selasa (11/4), dilansir dari CNN Indonesia.

Dugaan keterkaitan dengan korupsi e-KTP tersebut, kata Rudy, muncul lantaran serangan terhadap Novel terjadi saat Ketua Wadah Pegawai KPK itu tengah gencar mengusut elite partai politik dalam kasus itu. Bahkan Senin malam (10/4), pimpinan KPK baru saja meminta Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk mencegah Ketua DPR Setya Novanto ke luar negeri. Pencegahan itu terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. “Kami meminta aparat penegak hukum untuk menjerat pelaku dan dalang penganiayaan sebagai kejahatan luar biasa yang mengancam jiwa aparat negara, dan upaya melawan negara dalam pemberantasan korupsi,” tutur Rudy.

GAK mendesak agar aparat penegak hukum bekerja mengungkap pelaku dan dalang penyerangan tersebut. GAK juga meminta Presiden Joko Widodo turut tangan secara langsung memimpin penanggulangan korupsi elite politik di Indonesia. “Kewibawaan negara saat ini ditantang para koruptor,” ujar Rudy. Dia berharap, Presiden Jokowi bertindak cepat mengerahkan seluruh sumber daya aparat penegak hukum untuk mengusut pelaku dan dalang peristiwa ini. Dia mengingatkan pemerintah dan lembaga tinggi negara bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa. Korupsi merupakan tuntutan gerakan Reformasi 1998.

Seluruh masyarakat diimbau untuk merapatkan barisan dan bekerja sama dalam memberantas korupsi yang menjadi akar ketimpangan dan kemiskinan di Indonesia. GAK dideklarasikan pada 29 September 2015 di Kampus Universitas Indonesia Salemba, Jakarta. Deklarasi dihadiri pengurus dan aktivis ikatan alumni perguruan tinggi, Badan Eksekutif Mahasiswa, akademisi, dan Indonesia Corruption Watch dan Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada.

LOGIN untuk mengomentari.

What do you think?

Written by virgo

Novel Diteror, Presiden Didesak Bentuk Tim Pencari Fakta

‘Novel Baswedan Sudah Sadar dan Lihat Remang-Remang’