in ,

UPT SD Negeri 01 Kotolaweh, Sejarah Merupakan Guru Kehidupan (Historia Magistra Vitae)

Marnita HM, S.Pd.SD
(KEPALA UPT SD NEGERI 01 KOTOLAWEH)

Pada abad ke-18, orang-orang suku Arab dan India sudah sampai ke Sumatera Tengah. Tempat pertama yang mereka tuju berpusat di Bukittinggi. Kemudian, mereka berjalan ke Selatan menuju Gunung Merapi dan Gunung Singgalang.

Setelah melakukan perjalanan ada beberapa kampung yang mereka kunjungi. Kampung yang pertama kali di diami adalah nagari Singgalang yaitu di lereng gunung Singgalang. Kampung yang kedua, yang didiami adalah nagari Aie Angek di lereng gunung Marapi.

Alasan pertama tempat ini yang paling menarik adalah air bersihnya yang melimpah.
Lambat laun, setelah beberapa tahun mendiami daerah ini, orang-orang suku Arab dan India mengetahui bahwa di gunung Merapi dan Singgalang terdapat banyak hasil rempah.

Hasil rempah-rempahnya seperti kulit manis, kopi, akasia, cengkeh dan pala. Mereka memanfaatkan hasil bumi dari gunung Merapi dan Singgalang. Setelah Perang Padri, Belanda sampai di Gunung Merapi dan Gunung Singgalang yaitu bertepatan di daerah Batu Panjang. Belanda mendirikan sekolah di Batu Panjang.

Siswa di sekolah ini berasal dari lima desa yang dikenal dengan lima Koto meliputi Kotolaweh, Panyalaian, Singgalang, Pandaisikek, dan Aieangek. Sedangkan guru yang mengajar di sekolah ini berasal dari pegawai Belanda yaitu Angku Kilek (dari Jaho), guru dari Singgalang, dan guru dari Aieangek.

Berdasarkan pengalaman orang tua Marnita HM, pada tahun 1935 mengatakan bahwa ia juga pernah bersekolah di Batu Panjang dan gurunya angku dari Singgalang dan Aie Angek. Yakoeb Dt. Rangkayo Basa pernah menjadi kepala sekolah di SD Batupanjang. Sekolah inilah yang kini dikenal dengan nama SD Negeri 01 Kotolaweh.

Sekolah ini mulai beroperasi pada tahun 1883. Pada masa itu, siswa yang diizinkan untuk bersekolah adalah anak-anak dari orang yang bekerja membantu pemerintah Belanda. Sekolah ini pertama kali bernama Sekolah Desa (Sekolah Zaman Belanda).

Pada tahun 1905 didirikan sekolah sambungan pertama oleh Belanda yang bernama “Government School (Sekolah Pemerintah Belanda)”. Kemudian diganti menjadi Verfolgt school (sekolah gabungan beberapa sekolah). Pada tahun 1946 sekolah ini berubah nama menjadi sekolah rakyat. Kemudian sekolah ini berubah menjadi sekolah dasar.

Bangunan pertama sekolah ini, dibangun setelah Indonesia merdeka berdasarkan inisiatif putra daerah. Pada saat itu yang menjabat sebagai Camat Kecamatan X Koto Padang Panjang adalah putra daerah yang bernama Dt. Maka (Burhanudin), ST. Batawi, Zaini dan Dt. Tumangguang nan Cadiak.

Bangunan diresmikan oleh Bupati Padang Panjang Batipuh X koto pada tahun 1962. Ijazah pertama keluar setelah lepas dari pemerintahan Belanda adalah pada tahun 1950. Bangunan sekolah sangatlah unik. Corak bangunannya masih memperlihatkan kekhasan bangunan peninggalan Belanda.

Corak khasnya meliputi bentuk jendela yang seperti tangga serta desain arsitektur bangunan yang menjulang tinggi khas bangunan Belanda. Kekhasan ini masih dipertahankan hingga saat ini. Bangunan seperti SD Negeri 01 Kotolaweh juga memiliki kembaran arsitektur yang terdapat di daerah Bukittinggi tepatnya di SDN 01 Birugo.

Diperkirakan kedua sekolah ini dibangun diwaktu yang bersamaan saat zaman Belanda.
Sekolah ini tergolong sekolah yang spesial. Selain didukung keunikan desain arsitektur bangunan, sekolah ini juga terletak di daerah yang memiliki sajian pemandangan alam yang indah.

Gunung Merapi, gunung Singgalang, serta jejeran bukit barisan menjadi landscape istimewa yang mengelilingi sekolah ini. Selain bangunan dan sajian alam yang indah, SD Negeri 01 Kotolaweh menjadi spesial juga karena sumber daya manusianya.

Siswa lulusan SD Negeri 01 Kotolaweh banyak yang pintar. Para guru juga memiliki banyak prestasi. Bahkan, kebanyakan kepala sekolah yang pernah menjabat di sekolah ini berhasil menjadi pengawas, kepala dinas, maupun kepala seksi (Kasi).

Saya sebagai penulis berharap masyarakat dan pemerintah tetap mempertahankan arsitektur sekolah sebagai warisan sejarah pendidikan Indonesia. Meningkatkan kualitas prestasi para siswa dan guru. Sehingga SD Negeri 01 Kotolaweh bisa menjadi contoh untuk sekolah yang ada di daerah lain. (Marnita HM, S.Pd.SD, KEPALA UPT SD NEGERI 01 KOTOLAWEH)

What do you think?

Written by Julliana Elora

Jaringan Baru Narkoba Disikat

Remaja Harus Tahu Bahaya Narkoba