in

UPTB Samsat Palembang IV Launching Loket SIPEMIKAT

Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya, ketika meresmikan layanan SI PEMIKAT di halaman Kantor UPTB Samsat Palembang IV, Jalan Brigjen Hasan Kasim, Palembang, Jum’at (4/6).(BP/IST)

Palembang, BP- Unit Pelaksanaan Teknis Badan (UPTB) Samsat Palembang IV membuka sistem pelayanan khusus yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, tuli, lansia, serta ibu hamil dan menyusui yang diberi nama loket SIPEMIKAT.

“Gagasan ini bukan hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah melalui pajak, namun juga untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Kita beri ruang tersendiri bagi mereka yang berkebutuhan khusus, sehingga pelayanan dari pemerintah ini dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya, ketika meresmikan layanan SIPEMIKAT di halaman Kantor UPTB Samsat Palembang IV, di area komplek The Basilica, Jalan Brigjend Hasan Kasim, Celentang, Palembang, Jum’at (4/6).

Menurut Mawardi, gagasan tersebut merupakan bukti dari komitmen Pemprov Sumsel untuk memberikan pelayanan cepat, tepat dan maksimal kepada seluruh masyarakat.

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Badan (UPTB) Samsat Palembang IV, Derga Karenza menambahkan, dia setiap hari melihat banyak sekali bayar pajak yang membawa anak, ada orang tua, ada ibu ibu yang lumpuh bayar pajak sendiri.

“Terinspirasi  dari pantauan sehari hari itulah akhirnya saya berinisiatif membuat program SIPEMIKAT. Alhamdulilah, program kita didukung Jasa Raharja, Kepolisian, dan Bank Sumsel Babel. Kawan kawan mau dilatih, dan sudah selesai pelatihan. Sehingga hari ini bisa dijalankan program ini,” katanya.

Derga menjelaskan, selama ini lansia diatas 60 tahun dilayani seperti yang muda dan sehat. Padahal dalam UU 8 tahun 2016 ada hak olpenyandang disabilitas. UU tersebut mennyatakan disabilitas ada hak dilayani istimewa.

“Oleh sebab itu, kita buat ada loket khusus yg melayani 5 kriteria khusus itu penyandang disabilitas, tuli, lansia, serta ibu hamil dan menyusui. Target kita pasti peningkatan PAD, dan juga memanusiakan manusia itu yang kita utamakan,” katanya.

Menurutnya layanan ini  adalah pertama dan akan masuk rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).

Bapenda  sendiri menurutnya memiliki program pelatihan serentak pegawai agar program SIPEMIKAT ini ada di seluruh loket se Sumsel.

“Tentu saja, program ini dapat berjalan dengan dukungan Jasa Raharja, Polri, dan Bank Sumsel Babel. Rekor Muri program SIPEMIKAT se Sumsel nanti akan dihadiri Staf Kepresidenan, dan akan masuk Rekor Muri,” katanya.

Sedangkan Iwan Oktarianto selaku ketua DPD Gerkatin Provinsi Sumsel menceritakan, dahulu pernah ketika akan membayar pajak kendaraan saat tiba di kantor Samsat ia kesulitan berkomunikasi dengan para petugas, pada akhirnya karena minim akses ia memilih pulang ke rumah dan batal membayarkan pajak kendaraannya.

“Karena tidak ada yang mendampingi jadi kami kesulitan untuk membayar pajak, tapi dengan adanya pendamping serta layanan yang mempermudah kami penyandang disabilitas makan sekarang cukup datang sendiri juga bisa,” katanya.

Iwan mengatakan, layanan ramah difabel ini merupakan pertama kali hadir di Kota Palembang. Ia berharap ke depan semua kantor layanan Samsat ataupun layanan publik lainnya juga menyediakan pendamping serta fasilitas bagi mereka penyandang disabilitas.

“Hanya sedikit petugas yang bisa bahasa isyarat, sementara untuk layanan publik yang kami butuhkan banyak. Seperti bayar pajak ini kemudian untuk mengurus KTP dan lainnya itu semoga juga disediakan layanan Juru bahasa minimal ada petugas yang memahami bahasa isyarat, ” katanya.#osk

What do you think?

Written by Julliana Elora

Polisi Lalu Lintas di Palembang di Tusuk

Cara Berterima Kasih Setelah Dibantu