Beranda Nasional Ingat? Ahok Pernah Melarang Siswi Muslim Kenakan Jilbab

Ingat? Ahok Pernah Melarang Siswi Muslim Kenakan Jilbab

658
0
BERBAGI


Zonasatu.com – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pernah menyampaikan larangan terhadap sekolah negeri yang mewajibkan siswinya mengenakan jilbab.

Larangan tersebut disampaikan saat memberi pengarahan kepada 1.700 kepala sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK dan pejabat struktural eselon III serta IV di lingkungan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, di Gedung Yayasan Budha Tzu Chi, Sabtu (4/6/2016) lalu.

Ahok melarang sekolah-sekolah negeri memaksa siswinya mengenakan jilbab. Menurut dia, pemakaian kerudung adalah panggilan iman dan sekolah tidak bisa memaksanya.

“Lah, kalau tidak diwajibkan mana mungkin dia akan terpanggil imannya, justru dengan dibiasakan mereka akan merasa nyaman lalu terpanggil imannya.” jelasnya.

Ahok menyatakan pelarangan tersebut lantaran pengenaan jilbab adalah panggilan iman dan dia tak ingin siswi Muslim terkesan ‘main-main’ memakainya. Dalam konteks ini, Adam meminta Ahok tak perlu mengajarkan pemahaman Islam.

Hal yang sama menurut Adam dianggap rancu, adalah Larangan serupa yang pernah Ahok terapkan saat menjadi Bupati Belitung Timur pada 2006 dimana 93 persen penduduknya mayoritas Muslim.

“Aneh kan, padahal mayoritas muslim kok harus dilarang mengenakan jilbab, jangan-jangan dia alergi terhadap jilbab”. tandasnya.

Larangan Ahok mendapat reaksi dari Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) DKI Jakarta, Muhammad Muhadzab. Ia mengatakan bahwa pernyataan Ahok dalam melarang siswi sekolah negeri mengenakan jilbab terlalu berlebihan dan dinilai rancu.

Pasalnya, mengenakan jilbab bagi siswi yang Muslim adalah hal wajar karena itu tuntutan syariah yakni menutup aurat apalagi diterapkannya di bulan Ramadhan. “Sikap Ahok sebagai pepimpin daerah, sangat kental dengan arogansinya. Tanpa memahami kewajiban yang ada di agama Islam,” jelasnya Muhadzab kepada Wartawan di Jakarta, seperti dikutip Halloapakabar.com, Selasa (7/6)

Menurut Muhadzab kebijakan sekolah dalam penerapan wajibnya mengenakan jilbab bagi siswi Muslim adalah suatu hal yang positif, karena itu sekolah melatih para siswinya menunaikan syariat Islam sebagai seorang Muslimah dan dengan instrumen ini diharapkan siswinya terbiasa dengan jilbab dan perlahan mereka merasa nyaman dengan jilbab itu.

“Pelajar perempuan muslimah memang dianjurkan untuk menutup auratnya dengan baik dan benar, karena dengan menutupi auratnya akan meminimalisir dosa-dosa kecil dan juga akan terhindar dari seksual pelajar. Apa lagi dengan banyaknya pergaulan-pergaulan yang sudah tidak mempedulikan lagi untuk menutupi auratnya”. Kata Muhadzab yang akrab dipanggil Adam. (zs)

Comments

Silakan Komentar