Beranda Nasional Isro’ Mi’roj : Perjalanan Terbesar Manusia Sepanjang Zaman, Bagian (1) : Buroq...

Isro’ Mi’roj : Perjalanan Terbesar Manusia Sepanjang Zaman, Bagian (1) : Buroq Melebihi Kecepatan Cahaya

482
0
BERBAGI

Foto : Bumi dilihat dari bulan”

Oleh : Budi Puryanto, Penulis

Perjalanan Nabi Muhammad 14 abad yang lalu, dikenal dengan nama Isra’ Mi’raj, adalah perjalanan spektakuler. Dia satu-satunya manusia hingga dewasa ini yang sanggup menembus ruang semesta melewati 7 lapis langit, naik ke sidratul muntaha; melewati “lorong waktu” menuju masa depan.

Sungguh Israj Mi’raj merupakan perjalanan manusia terbesar sepanjang zaman. Ini juga menjadi salah satu mukjizat yang dianugerahkan Allah kepada Nabi Muhammad.

Para ilmuwan dari waktu ke waktu terus mendambakan dan mendiskusikan kemungknan perjalan menembus ruang dan waktu. Dibuatlah film fiksi yang menggambarkan manusia masuk ke masa depan,masa lalu, dan mengarungi ruang semesta yang lain. Meski belum ada yang berhasil mewujudkan mimpi itu, namun para ilmuwan terus melakukan penelitan untuk menjawab teki-teki pelik ini.

Melebihi Kecepatan Cahaya

Dikisahkan dalam Al Quran perjalanan Nabi beserta malaikat Jibril menggunakan kendaraan super cepat Buroq. Buroq makna harfiahnya bisa berarti kilat. Bisa dimaknai sebagai kendaraan yang berjalan sangat cepat. Kecepatannya dipastikan jauh melebihi kecepatan cahaya – partikel yang oleh ilmuwan diyakini yang tercepat bergeraknya di semesta ini.

Seberapa cepat Buroq itu.? Untuk memberi gambaran sederhana, mari dihitung berdasarkan fakta terbaru. Ini hanya untuk memudahkan pemahaman kita.

Dengan menggunakan teknik yang digunakan Hubble (sebuah teleskop ruang angkasa dinamai sesuai namanya!), para astronom baru saja mematahkan rekor jarak dengan mengukur jarak galaksi terjauh yang pernah diamati di alam semesta!

Foto ini menunjukkan lokasi galaksi terjauh yang baru saja ditemukan. Gambar di dalam kotak menunjukkan bola merah, yang merupakan foto si galaksi yang sudah diperbesar. Kredit: NASA, ESA, and P. Oesch (Universitas Yale).

Galaksi baru itu berada pada jarak 13 miliar tahun cahaya. Artinya, kalau manusia bergerak dengan kecepatan cahaya (300.000 km/jam) menuju galaxi tersebut, dibutuhkan waktu 13 miliar tahun untuk sampai disana. Oww, lama sekali. Ya, dan galaxi itu bukan ujung semesta. Masih banyak galaxi yang lebih jauh lagi yang belum terdeteksi.

Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui” (QS 41:12)

Perhatikan ayat diatas, bintang, galaxi, dan benda-benda lainnya ini adalah hiasan langit yang dekat. Atau untuk mudahnya kita anggap sebagai langit ke-1 dari tujuh langit yang diciptakan Allah. Padahal perjalanan Nabi melewati langit ke-7, hingga ke Sidratul Muntaha.

Bila perjalanan Nabi dimulai setelah Isyak dan kembali Subuh, kurang lebih 10 jam waktunya (PP). Menggunakan perbandingan jarak galaxi di langit ke-1 diatas, jarak terjauh yang ditemukan sekarang, ditempuh 13 miliar tahun. Setahun ada 8760 jam. Kalau ditempuh dalam sekali jalan 5 jam, maka kecepatannya akan menjadi : 13 M x 8760 : 5 = 22.776 Miliar kali kecepatan cahaya. Itu di langit ke-1.

Padahal Nabi tidak berhenti disitu, melainkan terus mencapai Sidaratul Muntaha di atas langit ke-7, atau langit yang jauh-menggunakan pemahaman QS 41:12 diatas. Maka kecepatan Buroq itu pastilah bermilyar-milyar kali kecepatan cahaya. Sungguh kecepatan yang luar biasa. Sulit unuk dibayangkan.

Lebih Cepat Dari Cahaya, Mungkinkah?

Berdasar pendapat Einstein yang bertahan 100 tahun terakhir, tidak ada partikel di semesta yang dapat bergerak melebih kecepatan cahaya. Tapi tunggu dulu. Sekarang telah ditemukan nuetrino bisa bergerak lebih cepat dari cahaya.

European Organization for Nuclear Research (CERN) mengumumkan penelitian yang merupakan bagian dari eksperimen Opera (Oscillation Project with EmulsionTracking Apparatus). Eksperimen yang dirintis sejak 2008 dan melibatkan puluhan ilmuwan negara maju itu bertujuan mempelajari sifat partikel elementer bernama neutrino.

Alih-alih memperdalam pengetahuan mengenai neutrino, mereka justru menemukan kenyataan bahwa partikel ini bergerak lebih cepat dari cahaya. Seandainya cahaya dan neutrino dilepas bersamaan dari Jenewa, neutrino akan menjadi pemenang, meninggalkan cahaya 20 meter di belakangnya. Hal ini berarti neutrino bisa ngebut 8 kilometer per detik lebih cepat dari cahaya. Alhasil, temuan ini menghancurkan pemikiran Albert Einstein.

Fakta lainya, adalah kisah ilmuwan yang bisa memindahkan istana Ratu Balqis kedepan Nabi Sulaeman dengan sekejap mata.

Surat an Naml (27) ayat 38 – 40 : “Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”, Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”,

Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab : “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia“.

Melihat kisah diatas, dan temuan terakhir CERN, bergerak dengan kecepatan tinggi melebihi kecepatan cahaya adalah masuk akal. Dan tentunya, bila Buroq memiliki kecepatan jauh diatas kecepatan cahaya juga suatu hal yang bisa diterima. Ini adalah inspirasi dan tantangan ilmu pengetahuan.

Allah yang memperjalankan Nabi Muhammad, tidak ada yang mustahil bagi Allah. Inilah salah satu mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad.(ZS)

(Bersambung Bagian 2 : Menembus Lorong Waktu Ke Masa Depan)

Comments

Silakan Komentar