in

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Geram Susah Berkoodinasi Dengan BBPJN II Sumbagsel

Poto: Ketua Komisi IV DPRD Sumatera Selatan, RA Anita Noeringhati

Palembang, BP
Ketua Komisi IV DPRD Sumatera Selatan, RA Anita Noeringhati mengaku geram lantaran susahnya melakukan koordinasi dengan pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) III Sumbagsel, karena ada beberapa yang perlu dikoordinasikan contohnya masalah jembatan layang di Fly Over, kesiapan jalan-jalan yang menjadi wewenang Balai Besar sendiri.
“ Itu kita tidak di respon dengan baik , sehingga kami Komisi IV akan membuat laporan kepada ketua DPRD untuk kami akan merekomendasikan kepada Kementerian PU dan Perumahan Rakyat untuk mengevaluasi kepala BBPJN III, karena kita membutuhkan koordinasi yang baik apalagi menjelang Asian Games 2018, “ katanya, Kamis (26/10).
Kepala BBPJN III Sumbagsel sendiri menurutnya, juga sudah beberapa kali dipanggil tidak hadir kalau secara resmi ada tiga kali dipanggil sama sekali tidak mau hadir sejak Juni lalu.
“ Yang datang utusan, tapi tidak kapabel, sementara kita akan menanyakan beberapa program untuk pendukung Asian Games,” katanya.
Sedangkan untuk urusan masalah jalan ini masyarakat menurutnya tidak tahu apakah itu jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan negara, tapi tahunya warga masyarakat jalannya bagus.
“Kita sebagai komisi menangani masalah infrastruktur tentunya kita ingin berkoordinasi dengan lembaga yang membidangi, tapi tidak ada koordinasi yang baik,” kata politisi Partai Golkar tersebut.
Anita mengaku, ada beberapa kali juga koordinasi melalui telpon untuk mengajak turun langsung ke lapangan, namun tidak ada respon, karena itu Komisi IV ingin meminta DPRD Sumsel untuk melayangkan surat ke Kementerian PU dan Perumahan Rakyat untuk evaluasi.
“Karena kami menilai tidak menghormati lembaga, padahal yang mengundang itu Ketua DPRD Sumsel,” kata Anita.
Menurutnya surat yang terakhir dikirim ke BBPJN itu pada 18 Oktober 2017 lalu.#osk

What do you think?

Written by Julliana Elora

Raffi Ahmad dukung bakti sosial bantu penderita jantung

Jasa Keuangan Singapura Hadapi Digitalisasi