Beranda Nasional Roni Chaniago, sang Juara Festival

Roni Chaniago, sang Juara Festival

532
0
BERBAGI

Terharu Disambut Antusias Perantau Papua

Para penikmat lagu Minang sudah tidak asing lagi dengan Roni Chaniago, yang ngetop lewat lagu-lagunya seperti Tonggak Babeleng, Ndak Mungkin Sacincin Duo Jari, dan Tarayu di nan Lain. Bagaimana kabar pria yang mengeluarkan album perdana tahun 1993 saat usianya 27 tahun itu?

Sudah banyak album yang ditelurkan Roni Chaniago. Baginya, bertahan dengan menjaga kualitas adalah usaha yang harus dilakukan agar tetap eksis. Bersama Berli Record, saat ini Roni tengah mempersiapkan album solo dan kolaborasi Trio Sarampak di bawah naungan manajemen Saiyo Sarampak Grup.

Di samping persiapan album Trio Sarampak bersama Wan Parau dan Andimon, Roni tengah mempersiapkan album solonya. Dia membocorkan salah satu lagunya adalah karya cipta sendiri yang terinspirasi dari pengalaman perasaan yang dimilikinya dengan judul Tarangguik Nyawo di Batang Bayang. 

“Ini pengalaman pribadi, lagu itu sangat berbeda dan itu perasaan terdalam kehilangan anak saya tercinta yang mendapat musibah tenggelam di Batang Bayang tahun lalu. Tentunya lagu ini sangat emosional bagi saya,” terangnya.

Kepada Padang Ekspres, dia bercerita lika-liku perjalanan karir bermusiknya. Talenta bernyanyi bukanlah kemampuan yang datang tiba-tiba. Sejak kecil dia sudah terbiasa bernyanyi dan mengikuti sejumlah festival lagu Minang maupun lagu pop. Hasilnya selalu berbuah manis. Gelar juara pun sering disandangnya. 

“Saya dari umur 10 tahun telah sering ikut lomba bernyanyi di sekolah, maupun panggung-panggung hiburan. Alhamdulillah, jarang tidak menjadi juara,” ceritanya.

Pernah suatu kali, Roni mengikuti festival dan menjadi peserta termuda. Hebatnya, Roni menjadi pemenang. “Saya ndak menyangka waktu itu, ternyata dari sekian banyak peserta, saya terkecil dan termuda dari segi umur dan fisik,” kenangnya tersenyum.

Dari berbagai festival yang diikutinya, suara emas Roni Chaniago terdengar oleh produser. Sang produser kemudian tertarik merekrut dan mengajaknya berkarir musik secara profesional. “Semua memang tidak mudah. Yang jelas kita tidak boleh cepat putus asa. Selalu berusaha dan berdoa. Alhamdulillah, awal masuk rekaman di bawah naungan Sinar Record Padang,” sebutnya.

Hingga saat ini, suami Resmilita ini telah mengeluarkan sekitar 35 album dari berbagai genre musik Minang. “Selama karir saya telah melalui banyak manajemen dan produser, lagu pop Minang, popdut serta slow Melayu,” imbuhnya.   

Sebagai penyanyi Minang, Roni Chaniago pernah menjadi perwakilan penyanyi daerah se-Indonesia yang diadakan di Medan tahun 1997. Ajang itu merupakan festival pertunjukan dan pengenalan lagu-lagu dari berbagai daerah di Indonesia. “Saya bersyukur berhasil memperoleh predikat juara terbaik saat itu,” kenangnya.

Dia bersyukur tembang Minang berkembang pesat saat kini, dan itu sebagai bukti dicintai masyarakat. Karena itu, dia senantiasa menjaga kualitas suaranya sehingga mampu mempersembahkan penampilan terbaik bagi para penggemar. 

Agar tetap eksis di tengah bermunculannya penyanyi muda Minang saat ini, Roni Chaniago berusaha mempertahankan kualitas suara. “Talenta penyanyi muda Minang sekarang bagus-bagus,” sebut pria asal Anduring, Padang itu.

Selama perjalanan karir bernyanyi profesionalnya, Roni memiliki pengalaman menarik. Yakni, ketika merasakan besarnya antusias penggemar lagu Minang saat roadshow di Papua, tepatnya di Wamena, April 2016 lalu.

“Sambutan dari penggemar sangat luar biasa, bahkan itu sangat terasa ketika saya baru turun dari pesawat. Saya sangat terharu dengan semua itu. Hal ini membuktikan lagu Minang itu sangat dicintai urang awak di seluruh Indonesia,” tutur bapak tiga anak ini.

Selama menjalani karir profesionalnya, Roni telah menggelar sejumlah show hampir di seluruh Indonesia dan negeri tetangga. “Lagu Minang itu luar biasa ‘kemistikannya’, mampu menyatukan seluruh orang, apalagi perantau Minang,” ucapnya.

Baginya, dalam membawakan sebuah lagu tidak harus ciptaan sendiri. Menyanyikan karya orang lain adalah salah satu tantangan setiap penyanyi.

“Memang saya tidak selalu membawakan lagu sendiri, banyak juga ciptaan teman-teman dan senior. Terpenting, harus mengenali karakter vokal dengan sering berlatih bernyanyi dan latihan pernapasan,” jelas pria kelahiran 20 Juni 1968 itu. (*) 

LOGIN untuk mengomentari.

BERBAGI
Artikel sebelumyaKalah Perdana di Kandang
Artikel berikutnyaQS. At Taubah: 54