Beranda Nasional Warga Protes Kepemimpinan Pj Keuchik Gampong Ujong Simpang Meulaboh

Warga Protes Kepemimpinan Pj Keuchik Gampong Ujong Simpang Meulaboh

580
0
BERBAGI
Masyarakat yang melaporkan keuchik ke camat setempat (Foto: aceHTrend/Sudirman)

ACEHTREND.CO, Meulaboh- Puluhan masyarakat Gampong Ujong Simpang, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat berkumpul di kantor Camat setempat, Selasa (28/11/2017).

Mereka memprotes kinerja pejabat (Pj) Keuchik gampongnya Nurdin yang dinilai tidak berlaku adil dalam memimpin seperti dalam pembangian fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) dan bantuan lainya.

Masyarakat menilai, Nurdin kerap mengeluarkan kebijakan tanpa melalui musyawarah dengan masyarakat dan perangkat gampong setempat sehingga setiap kebijakan dinilai tidak tepat sasaran.

Tgk Bani Amin salah seorang juru bicara masayarakt kepada aceHTrend mengatakan, kedatangan puluhan masyarakat ke kantor camat tak lain adalah untuk melaporkan ketidakadilan yang selama ini dirasakan warga setempat.

Menurutnya, sejak hampir tiga bulan berjalan, Nurdin mulai mengeluarkan kebijakan yang memecah belah masyarakat. Bahkan, berdasarkan informasi yang berkembang, bagi masyarakat yang tidak bersedia menandatangani surat dukungan untuk melengserkan keuchik lama maka masyarakat tersebut tidak akan mendapat bantuan apa-apa.

“Hari ini kami menuntut keadilan, karena yang tidak mau tanda-tangan dukung pergantian keuchik, semua akan kena imbas. Bagi yang menduduki jabatan langsung diganti. Warga yang sudah terdata mendapat bantuan MCK diam-diam langsung diganti ke yang lain, walaupun orang tersebut sudah tumpang tindih bantuan,” kata Tgk Bani Amin.

Ia menambahkan, saat ini ada 10 unit fasilitas MCK dalam rancangan anggaran gampong seharga Rp 4,6 juta per unit, semua itu MCK itu telah dibangun tapi tidak bersedia bayar karena hasil dari rezim Keuchik lama.

Begitupun katanya, yang sudah didata oleh keuchik lama untuk dapat bantuan tapi tidak diberikan oleh Nurdin. Selain itu ada juga sebagian bahan-bahan bangunan sudah yang ditumpuk diambil kembali untuk dipindahkan ke rumah lain.

Saat ini, katanya ada 50 unit MCK yang dibagikan kepada masyarakat tapi pembagiannya tidak adil, malah secara sembunyi-sembunyim melainkan hanya untuk orang-orang tertentu saja yang dapat. Padahal ada warga lain yang lebih berhak.

“Hari kami mau tanya kepada Pak Camat, apakah ini dibolehkan dalam aturan. Apakah saat pergantian keuchik harus seperti ini,” protesnya.

Sementara itu, Camat Arongan Lambalek Mawardi mengatakan, bahwa pihaknya masih mendalami kebenaran atas aduan masyarakat tersebut. Mawardi berjanji, dalam waktu dekat akan memanggil Nurdin untuk dimintai keterangan.

“kita perlu koordinasi dulu, kerena aspirasi ini menyangkut langsung dengan Pj. Keuchik Ujong Simpang. Jika nanti terbukti, kita akan bantu menemukan titik penyelesaiannya,” ujar Mawardi.

Dia menambahkan, menyangkut dengan ketidakadilan dia meminta kepada Pj keuchik agar tidak membuat kekacauan di gampong agar tidak melahirkan kelompok-kelompok yang bisa memecah belah tali persatuan.

“Kami juga akan mempertanyakan kenapa ada sebagian masyarakat memperoleh semua bantuan. PKH dapat, bantuan MCK, dan bantuan rumah juga dapat. Sementara ada sebagian lainnya lagi, satu pun tidak dapat. Muda-mudahan ibu-ibu dan Bapak semua, bisa memberikan kelegaan karena masalah ini segera kami tindaklanjuti,” kata Mawardi.[]

Komentar